Kepala BPJS Kesehatan Dompu M. Zainuddin (kiri atas), Kabid SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Bima Husto Nul Ansori, dan insan pers. (tim/lakeynews.com)

Ngopi Bareng Awak Media dan BPJS Kesehatan Cabang Bima – Dompu 2020 (1)

KALI pertama dan di penghujung tahun 2020, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Bima di Dompu menggelar Ngopi Bareng Awak Media.

Acara yang dibingkai dalam suasana santai tapi serius itu berlangsung di Cafe Uma Tua, Rabalaju, dari pagi hingga siang Kamis (10/12).

Diketahui, BPJS Cabang Bima membawahi satu kota dan empat kabupaten. Yakni Kota Bima, serta Kabupaten Bima, Dompu, Sumbawa dan Sumbawa Barat.

Hadir saat itu puluhan wartawan dan pimpinan sejumlah media di Kabupaten Dompu. Mereka tergabung dalam beberapa cabang organisasi media dan organisasi wartawan di daerah itu.

Sedangkan dari pihak BPJS, hadir Kepala BPJS Kesehatan Dompu M. Zainuddin, Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Bima Husto Nul Ansori, dan sejumlah stafnya.

Namanya saja ngopi bareng, sebelum acara dimulai para peserta dipersilakan ngopi atau ngteh dulu.

Setelah pemaparan dari pihak BPJS dan dilanjutkan tanya-jawab, kegiatan langka tersebut dipungkasi santap siang bersama.

Banyak hal yang terungkap dalam pertemuan tersebut. Baik saat pemaparan awal pihak BPJS maupun ketika sesi tanya-jawab.

Seperti yang disampaikan Kepala BPJS Dompu M. Zainuddin. Pihaknya sering menerima keluhan dari pengguna BPJS Kesehatan tentang ketersediaan kamar rawat inap di RSUD Dompu.

“Mereka mengeluhkan kesulitan mendapatkan kamar rawat inap karena sudah full. Bahkan, sudah ada yang pesan terlebih dahulu,” beber Zainuddin.

Dia mengaku, masalah tersebut sudah sering dikordinasikan dengan mendatangi manajemen rumah sakit. “Kami juga sudah sering mengingatkan rumah sakit untuk lebih transparan mengenai ketersediaan kamar rawat inap ini,” paparnya.

Kedepan, untuk tahun 2021, pihaknya akan meminta RSUD Dompu untuk membuatkan sistem keterbukaan informasi secara langsung.

“Misalnya, di depan ruangan Unit Gawat Darurat (UGD) dipasang semacam layar TV yang menyiarkan informasi tentang ada dan tidak kamar rawat inap yang kosong,” jelasnya.

Jika hal ini diterapkan, lanjut Zainuddin, masyarakat –khususnya pengguna BPJS Kesehatan– bisa mengetahui langsung kebenaran ada dan tidaknya kamar rawat inap.

“Ini perlu diterapkan guna mengantisipasi atau menjawab langsung mengenai keluhan pengguna kartu BPJS Kesehatan,” cetusnya.

Hingga tulisan ini diunggah, Direktur RSUD Dompu dr. Alief Firyasa Maulana, yang didatangi wartawan dan hendak dikonfirmasi terkait hal tersebut sedang tidak berada di tempat.

“Maaf, Pak Direktur sedang tidak ada di ruangan,” tutur salah seorang Satpam RSUD. (tim/bersambung)