
MATARAM, Lakeynews.com – Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang dilaunching, di depan Kantor RRI Mataram, Kamis (16/4).
Peluncuran perdana itu dilakukan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc bersama Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. Hadir mendampingi Sekda NTB Drs. Lalu Gita Ariadi, M.Si, para Asisten, Staf Ahli dan kepala OPD lingkup Pempov NTB.
Peluncuran perdana JPS Gemilang itu ditandai dengan pemberian secara simbolis paket JPS Gemilang oleh Gubernur-Wakil Gubernur NTB kepada Lurah Abian Tubuh Barat, Kota Mataram dan ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) NTB.
Paket itu berisi beras 10 Kg, telur 20 butir, minyak goreng 1 liter, Susu Kedelai, Minyak Kayu Putih, Sabun, Teh Kelor dan Masker. “Paket JPS Gemilang ini, isinya hampir seluruhnya merupakan produk IKM dan UMKM kita sendiri di NTB,” kata Gubernur.
Harga-harganya, menurutnya, jelas lebih mahal dibanding barang produksi pabrik-pabrik besar. Bukan karena pemerintah mark up harganya. Tapi karena diolah langsung dengan peralatan seadanya dan penuh ketelatenan.
“Dari sinilah akan ada transfer knowledge dengan nilai intrinsik yang mahal,” tandas Gubernur.
Bang Zul (sapaan Dr. Zulkieflimansyah) mencontohkan IKM di Sekotong, Kabupaten Lombok Timur. Menurutnya, IKM itu sebagai produsen kelapa memeras dengan sangat sederhana, menggunakan tangan untuk menghasilkan minyak kelapa.
Proses awal yang manual seperti itu, menurut Bang Zul terjadi di semua negara berkembang. Sehingga, produk yang dihasilkan harganya lebih mahal dengan kualitas masih kalah dengan barang pabrikan.
“Semua itu proses yang harus dilalui. Demi pembelajaran dan hal itu harus kita hargai. Di teori apapun tentang industrialisasi semua akan mengalami hal yang sama,” paparnya.

Diakuinya, umumnya produk awal lebih mahal, kualitas kurang. Tapi seiring berjalannya waktu akan ada masukan, kritikan dan lainnya. “Lambat laun hasilnya akan lebih baik dan sempurna,” ujar Bang Zul.
Gubernur berjanji kedepannya akan memberikan mesin untuk IKM dan UMKM di NTB. Diharapkan, IKM dan UMKM mampu memproduksi barang yang lebih berkualitas. Bukan hanya memenuhi kebutuhan masyarakat NTB, tapi dapat menyuplai sampai dunia global,” imbuhnya.
Lebih lanjut Zulkieflimansyah menjelaskan, paket bantuan JPS Gemilang diperuntukkan 105 ribu KK di seluruh wilayah Provinsi NTB. Sebanyak 73 ribu untuk KK Miskin yang belum terakomodir dalam program nasional (PKH dan BPNT). Sedangkan 32 ribu KK untuk sektor formal dan informal yang terdampak Covid-19.
“Dalam satu paket bantuan sembako dan suplemen tersebut senilai Rp 250 ribu per KK per bulan. Akan diberikan selama tiga bulan,” jelasnya.
Gubernur kemudian menyampaikan jadwal pembagian bantuan JPS Gemilang untuk masing-masing kabupaten/kota:
- Kota Mataram direncakan tanggal 16-18 April 2020;
- Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara, 19-24 April 2020;
- Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur, 22-27 April 2020.
- Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, 22-26 April 2020;
- Kabupaten Bima, Dompu dan Kota Bima, 22-28 April 2020.
“Kami mengharapkan dukungan seluruh Walikota/Bupati, serta Kepala Desa/Lurah agar bantuan ini tepat sasaran. Baik untuk validasi data maupun distribusi bantuan, agar tidak terjadi dobel bantuan dengan bantuan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kabupaten/Kota,” tegasnya. (tim)
