Kepala Disnakeswan Kabupaten Dompu Drs. Zainal Arifin, M.Si. (saudi/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Rabies masih jadi ancaman bagi warga di Kabupaten Dompu. Sebanyak 15 orang meninggal dunia akibat gigitan anjing gila. Data ini terhimpun dalam kurung waktu setahun terakhir. Mulai awal tahun 2019 sampai dengan Maret 2020.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu Drs. Zainal Arifin, M.Si, menjelaskan, rata-rata korban yang meninggal dunia adalah yang tidak berobat di layanan kesehatan.

“Setelah digigit anjing mereka anggap sepele. Tidak mau berobat. Kena infeksi akhirnya tidak bisa tertolong,” katanya.

Diakuinya, awal tahun 2020 total kasus rabies mengalami penurunan. Terakhir hanya tiga kasus. Namun kewaspadaan perlu ditingkatkan. Sebab, diperkirakan seluruh anjing akan dilepas setelah masa panen jagung.

“Saat ini seluruh anjing sudah diikat diladang. Diperkirakan akan dilepas setelah panen bulan April-Mei ini,” jelasnya.

Upaya sosialisasi melalui desa dan kelurahan tetap dilakukan. Hal itu, untuk meningkatkan kewaspadaan. Bahkan, dalam waktu dekat seluruh petugas Disnakeswan akan turun untuk melakukan vaksin.

“Persiapan obat-obat vaksin untuk hewan kita, masih mencukupi,” ungkapnya.

Memperkuat pernyataan Kadis, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Rahmat, SKM, berharap kepada masyarakat yang digigit anjing rabies untuk segera melakukan pengobatan di Puskemas atau RSUD Dompu. “Jika dibiarkan akan berbahaya,” tegasnya.

“Insya Allah persiapan vaksin manusia kita masih banyak. Stoknya sekitar seribu vaksin,” tambah Rahmat. (di)