Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, SIK (pakaian dinas), didampingi Kasat Intelkam IPTU Abdul Haris bersilaturahmi dengan Kades, perwakilan beberapa pihak dan warga Desa Rora, Donggo, Bima. (ist/lakeynews.com)

Bantu Petani, AKBP Syarif Siap Kawal Pengangkutan Pupuk ke Lokasi Pertanian

Catatan: Sarwon Al Khan, Dompu

JUMAT (17/1) pagi tadi, sekitar pukul 08.01 Wita, diperoleh informasi bahwa Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, SIK, tengah meluncur ke wilayah perbatasan Kabupaten Dompu dan Bima.

Ada apa Pamen dua melati itu tiba-tiba ke sana?

Salah seorang Pama kepolisian pada Lakeynews.com membenarkan informasi tersebut. Namun, tidak dijelaskan alasan dan tujuan pimpinannya ke perbatasan saat hari masih begitu pagi.

Belakangan diketahui, AKBP Syarif bersilaturahmi dengan Kepala Desa (Kades) Rora, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima Iskandar H.A. Wahab dan warganya.

Desa Rora berbatasan dengan Dusun Karaku, Desa Manggenae, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.

Pertemuan yang berlangsung di rumah Kades Rora itu diikuti anggota Badan Permusyaratan Desa (BPD), ketua Karang Taruna, dan beberapa pemuda, mahasiswa dan masyarakat. Sedangkan Kapolres Syarif didampingi Kasat Intelkam IPTU Abdul Haris.

Selain silaturahmi, kehadiran Syarif di desa itu untuk memupuk hubungan baik dengan masyarakat di gerbang perbatasan Bima-Dompu. Hal itu demi menjaga Kamtibmas yang kondusif di dua wilayah hukum kabupaten.

“Kami mengajak mengajak masyarakat, lebih khusus petani, untuk sama-sama dan selalu menjaga Kamtibmas di wilayah kita,” kata AKBP Syarif dalam pertemuan itu.

Saat itu, Kades Rora Iskandar H.A. Wahab mengucapkan, terima kasih atas kunjungan Kapolres Dompu ke desanya. Dia juga berterima kasih bantuan Kapolres dalam meringankan beban masyarakat dan membijaksanai kebutuhan petani Rora.

“Sekali lagi terima kasih Pak Kapolres,” ujarnya.

Dia tidak menyangka bahwa yang dilakukan beberapa warganya (petani) belum lama ini, dapat mengganggu keamanan dan ketertiban. “Alhamdulillah, dengan adanya kejadian itu, kami semua dapat mengambil hikmah dan pengetahuan,” ungkapnya.

Kejadian apa dimaksud Kades Iskandar?

Tidak dibeberkan secara eksplisit dalam pertemuan tersebut. Tetapi menurut informasi dan pengakuan warga, pada Sabtu (11/1) lalu, tujuh petani asal Rora membawa pupuk untuk tanaman jagung di lahan pertanian Mpida, Kabupaten Sumbawa.

Total pupuk berkelompok dan berkeluarga ini 105 sak. Dari jumlah itu, 80 sak milik Jaidin, M. Sidik, Agus Setiawan, Eman dan Syafruddin. Yang 80 sak ini diangkut dengar truk.

Sedangkan 25 sak lagi diangkut menggunakan pick up. Milik Sukardi dan Burhan, juga warga Rora (Dusun Pemukiman).

Sekitar pukul 05.30 Wita dua kendaraan (truk dan pick up) pengangkut pupuk melintas di kota Dompu. Tepat di depan STIE Dompu, kedua kendaraan pupuk tersebut dicegat aparat Polres Dompu.

Karena pengangkutan tidak dilengkapi dokumen dan administrasi, kendaraan-kendaraan beserta pupuk itu pun digiring Mapolres.

Hal tersebut masuk kategori pelanggaran. Terlepas dari ketidaktahuan warga petani. Namun, AKBP Syarif dan jajarannya arif. Dua kendaraan beserta 105 sak pupuk dilepas.

Para petani tersebut senang dan kegirangan. Kapolres “baru” inipun menuai pujian. “Kami ucapkan terima kasih atas kearifan dan kebijaksanaan Kapolres Dompu,” ujar Amirudin.

Amirudin adalah salah seorang tokoh pemuda yang turut membantu memfasilitasi urusan petani jagung itu dengan pihak Polres Dompu. “Beliau (AKBP Syarif Hidayat, red) pemimpin yang orang luar biasa. Semoga kepribadian beliau diikuti oleh jajarannya,” harap mantan ketua KNPI Kecamatan Donggo ini.

Pernyataan yang senada datang dari beberapa petani. Secara jujur mereka mengaku tidak tahu, bahwa kalau membawa pupuk antarkabupaten harus ada izin segala macam.

“Kami tidak tahu sama sekali, walaupun untuk kebutuhan pupuk jagung sendiri. Tetapi, alhamdulillah Pak Kapolres sungguh arif dan bijaksana,” puji petani yang enggan disebut identitasnya.

Sebagian orang menilai wajar jika Kapolres Syarif dipuji. Dia begitu luar biasa membijaksanai kepentingan, kebutuhan dan ketidakpahaman para petani. Khususnya dalam hal pengangkutan antarkabupaten pupuk untuk kepentingan tanaman jangung.

Ingin Angkut Pupuk ke Dompu dan Sumbawa, Petani Jagung Diarahkan Buat Surat Keterangan Desa

Kembali ke pertemuan silaturahmi Kapolres dengan Kades dan warga Rora. Menurut Kades, sekitar 50 persen warganya bertani jagung di wilayah Kabupaten Dompu dan Sumbawa. Dengan sistem sewa lahan.

Tentu, pupuk untuk kebutuhan tanaman jagungnya tersebut dibawa dari rumah (Rora). Dibeli dari pengecer di Donggo. Atau, di manapun, yang penting ada.

Selain warga Rora, juga warga dari sejumlah desa di Kecamatan Donggo dan Bima umumnya, juga tidak sedikit yang bertani jagung di Dompu dan Sumbawa.

Para petani itu berharap ke depan tidak bermasalah saat mengangkut pupuk. Tetap bisa mengangkut pupuk ke lokasi pertanian mereka, baik ke Dompu maupun ke Sumbawa.

“Kira-kira bagaimana solusinya dan apa yang harus dilakukan? Mohon petunjuk, arahan, masukan dan penjelasan Pak Kapolres,” tanya sekaligus pinta Kades Rora.

Mendengar dan menanggapi lotaran hingga pertanyaan dalam pertemuan itu, Kapolres Syarif memberikan beberapa arahan dan saran.

Salah satunya, ke depan ketika petani hendak mengangkut pupuk agar dibuatkan surat keterangan desa. Surat yang ditandatangani kepala desa itu nanti, berdasarkan kartu domisili.

“Surat keterangan itu menerangkan bahwa warga tersebut (petani yang membawa/mengangkut pupuk) benar-benar bertani di lokasi yang dituju,” imbuh Kapolres.

Hal itu penting dilakukan, jangan sampai ada oknum seperti pengecer yang mengatasnamakan masyarakat namun untuk kepentingan lain. “Kalau itu yang terjadi, kita akan tindak tegas,” tandas Syarif.

Kapolres mengapresiasi warga Rora yang telah menginformasikan tentang adanya warga setempat yang bertani di Dompu dan Sumbawa.

Dan, pada kesempatan itu, dia menyarankan petani agar setelah mengantongi surat keterangan desa dan siap mengangkut pupuknya, agar menginformasikan ke Satuan Intelkam Polres Dompu.

Tujuannya, agar pengangkutan pupuk tersebut dapat dipantau kepolisian. Bahkan untuk membantu petani, pihaknya siap mengawal sampai tempat tujuan.

“Tapi, itu tadi, sebelumnya berkoordinasi dulu dengan Satuan Intelkam,” imbuhnya. (*)