
DOMPU, Lakeynews.com – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu Drs. Imran M. Hasan mengatakan, ketika memasuki musim hujan wilayah Kabupaten Dompu sangat rentan terjadi banjir, angin puting beliung dan tanah longsor.
“Kabupaten Dompu sangat rentan terjadi bencana,” ungkap Imran, saat diwawancarai Lakeynews.com melalui saluran telepon, Sabtu (4/1).
Kata Imran, bencana banjir kerap disebabkan karena intensitas hujan yang cukup deras dan lamanya curah hujan, sehingga mengakibatkan air sungai meluap dan menggenangi pemukiman atau rumah warga yang tinggal di lokasi bantaran sungai, bahkan keluar ke jalan-jalan raya.
“Banjir ini pun diakibatkan banyaknya sampah di lokasi sungai sehingga menghambat air mengalir di lokasi sungai,” jelasnya.
Sedangkan bencana tanah longsor lanjut Imran, itu disebabkan karena hutan gundul sehingga pada saat hujan turun membuat tanah pegunungan rentan longsor. “Kalau musim hujan sangat rawan terjadi longsor di lokasi pegunungan,” terangnya.
Sementara bencana angin puting beliung, kerap terjadi saat hujan turun yang disertai angin. “Jadi tindak heran, kalau angin puting beliung terjadi saat hujan turun,” katanya.
Ditambahkan Imran, adapun lokasi -lokasi rawan terjadi bencana banjir antaralain, di Kecamatan Dompu yakni Kelurahan Bada, Bali Satu, Karijawa dan Kelurahan Potu.
Kecamatan Woja Kelurahan Simpasai, Kandai Dua, Desa Wawonduru, Kelurahan Monta Baru, Desa Matua, Desa Bara
dan Desa Madaparama. Kecamatan Pajo Desa Jambu, Lune dan Ranggo. Kecamatan Hu’u Desa Daha dan Desa Sawe.
Kecamatan Kempo Desa Kempo,
Ta’a, Soro, Tolokalo dan Desa Songgajah. Kecamatan Kilo Desa Krama, Mbuju dan Desa Lasi. Kecamatan Pekat Desa Calabai
dan Kecamatan Manggelewa Desa Napa.
Lokasi terparah terjadi banjir, yakni
Kelurahan Bada, Bali Satu, Karijawa dan Kelurahan Kandai Dua dan beberapa lokasi yang sangat dekat dengan bantaran sungai.
“Sedangkan, untuk lokasi yang rawan terjadi tanah longsor yakni
Desa Napa, Desa Nanga tumpu, Desa Jambu dan Kelurahan Kandai Satu,” paparnya.
Penyebab terjadi banjir di Kabupaten Dompu sambung Imran, itu karena luapan air sungai Raba Laju, Renda, Manggenda, Soriwono, Rato dan Cokroaminomo serta lainnya akibat intenistas hujan yang deras dan lamanya curah hujan.
“Mengenai total kerugian akibat banjir dan tanah longsor itu belum kami rilis atau data secara keseluruhan. Tapi tetap ada nilai-nilai kerugian yang dialami oleh masyarakat akibat bencana tersebut,” tandasnya. (asm)
