
DOMPU, Lakeynews.com – Kepala Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan Ampang Riwo Soromandai (BKPH ARS) Muhammad Sukri, mengatakan, masalah Illegal Logging di wilayah ARS khususnya di wilayah Tanju dan Saneo terbilang marak dan menggila. Namun sayangnya, sampai detik ini BKPH ARS belum berhasil menjumpai aktivitas tersebut.
“Berdasarkan informasi yang kami himpun kasus Illegal Logging itu banyak terjadi di Tanju dan Saneo Dompu,” ungkap Sukri, saat diwawancarai Lakeynews.com di ruang kerjanya, Jumat (3/1).
Kata Sukri, pihaknya selama ini terus melakukan Patroli baik itu dilakukan secara internal maupun gabungan. Hal ini kami lalukan guna mengantisipasi aksi Illegal Logging.
“Tapi saat kami turun selalu saja tidak menjumpai aksi itu. Mungkin informasinya sudah bocor,” jelasnya.
Diakui Sukri, ada berbagai kendala yang dirasakan oleh pihaknya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Terutama kendala jumlah personil dan biaya operasional.
“Inilah kendala sehingga kami tidak bisa maksimal dalam menjalankan tugas kami,” terangnya.
Menurut Sukri, penanganan masalah hutan khususnya Illegal Logging, itu perlu keterlibatan dan dukungan semua pihak termasuk masyarakat.
“Kami pernah mengalami adanya pelawanan dari kelompok-kelompok yang mendukung pelaku perusak hutan. Salah satunya mereka melakukan aksi demo dan tutup jalan,” katanya.
Sukri menegaskan, pihaknya tetap bekerja dan bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kami tetap berharap adanya dukungan dari masyarakat. Minimal memberikan informasi mengenai Illegal Logging,” tandasnya. (asm)
