
Hari Pertama di Bolo dan Wawo, Bentuk Tim Kecamatan
BIMA, Lakeynews.com – Antisipasi merebaknya virus rabies, penyakit anjing gila, Pemkab Bima melakukan vaksin dan penyuluhan ke kecamatan-kecamatan. Terutama di Kecamatan Wawo dan Bolo. Karena, di Wawo ada tujuh korban dan di Bolo tiga korban.
Hari pertama, Rabu (4/12) turun di Kecamatan Bolo, Tim Penanggulangan Penyakit Anjing Gila (Rabies) Kabupaten Bima melakukan sosialisasi dan penyuluhan. Tepatnya di Aula Puskesmas Bolo.
Hadir dalam kegiatan itu, unsur Muspika, kepala UPTD Peternakan beserta staf, para kepala desa beserta staf, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Kemudian tampil sebagai pemateri sosialisasi, Asisten II Setda Bima Ir. H. Nurdin, perwakilan Dinas Kesehatan H. Rifaid, S.Sos, Kabag Kesra Setda Drs. H. Zainuddin, MM, kepala Puskesmas dan kepala UPTD Peternakan Bolo.
Pada momen dan forum penyuluhan itu, juga dibentuk Tim Pembasmi Rabies Tingkat Kecamatan Bolo yang dipimpin Asisten II Setda H. Nurdin.
Salah seorang anggota Tim Kabupaten Bima Drs. H Zainuddin, MM, menjelaskan Tim yang dibentuk dibagi dua. Ada yang ke Kecamatan Wawo juga ada yang ke Kecamatan Bolo.
Menurutnya, selain melakukan penyuluhan, tim juga melakukan vaksin di Desa Nggembe terhadap satu ekor anjing.

“Pemberian vaksin pada anjing ini akan dilanjutkan oleh tim kecamatan yang telah di-SK-kan oleh Camat,” ujar Nurdin seperti dikutip Kabag Humas Setda M. Chandra Kusuma, Ap, Rabu (4/12).
Diharapkan, semua pihak harus peduli terhadap wabah penyakit anjing gila, karena sudah menyebar ke seluruh wilayah Kabupaten Bima.
Rencananya, pada Sabtu dan Minggu ini, Tim Kecamatan melanjutkan penyuluhan dan vaksin di wilayah lain.
Nurdin mengharapkan, Muspika turun langsung ke masyarakat. Tim kecamatan segera melaksanakan tugas sosialisasi dan vaksin. “Kita sudah masuk kategori KLB untuk wabah rabies. Komitmen Pemkab Bima, 2021 wabah Rabies ini sudah hilang,” ungkap Chandra.
Pada hari yang sama, Tim Kabupaten juga turun di Kecamatan Wawo. Di sana, Tim Kabupaten didampingi Tim Kecamatan, melakukan vaksin di Desa Maria dan Desa Pesa terhadap anjing yang terduga mengidap rabies.
Rabies Tertinggi di Kecamatan Sanggar
Sehari sebelumnya, Selasa (3/12) Asisten II Setda Bima Ir. H. Nurdin memimpin Rapat Koordinasi membahas penanganan virus rabies (anjing gila) ini. Rapat di Ruang Kerja Asisten II itu dihadiri Kadis Kesehatan, Kadis Peternakan dan sejumlah Kabag di Lingkup Setda Bima.
Menurut Kabag Humas M. Chandra Kusuma, penyakit anjing gila terjadi hampir merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Bima.

Tim gabungan pemerintah telah mengambil sampel sebanyak 80 ekor anjing. Dari sampel itu, yang positif mengidap penyakit berbahaya itu 30 ekor.
“Hingga kini belum ada korban meninggal. Karena cepat diantisipasi. Masing-masing Puskesmas telah disediakan dokter dan tenaga vaksin dari Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan, dibantu Bagian Kesra,’’ jelasnya.
Di Kabupaten Bima, yang tertinggi kasus anjing gila di Kecamatan Sanggar. Ini akibat adanya migrasi anjing gila dari wilayah Kabupaten Dompu. “Namun kita tetap antisipasi dengan melakukan vaksin dan penyuluhan terhadap masyarakat,” ujarnya. (zar)
