Jasad Agustrinaldi Mahardika alias Genta, warga Dusun Ndora, Desa Kalampa, Bima, sesaat setelah diturunkan dari pohon. (ist/lakeynews.com)

BIMA, Lakeynews.com – Warga Dusun Ndora, Desa Kalampa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Agustrinaldi Mahardika alias Genta (25), ditemukan tewas tergantung di pohon. Genta diduga kuat gantung diri karena depresi setelah diceraikan istrinya.

Jasad Genta awalnya dijumpai H. Syamsudin (53), juga warga Dusun Ndora, Kalampa, Minggu (1/12) sekitar pukul 09.30 Wita di So Lemba Dobu, watasan Desa Kalampa. Saat itu (melewati TKP), Syamsudin hendak ke sawah untuk berladang. Almarhum dalam keadaan tergantung dengan leher terjerat seutas tali.

Saksi kemudian melaporkan ke kepala Dusun Ndora, menghubungi keluarga, berkoordinasi dengan aparat desa lainnya, menginformasikan ke Bhabinkamtibmas Desa Samili dan Kalampa.

Tak lama kemudian, keluarga mendatangi TKP, menurunkan jasad korban bersama warga lain dan dibawa ke rumah duka.

Kapolsek Woha IPTU Edy Prayitno, setelah mendapat informasi dari Sekretaris Desa Samili, meluncur ke TKP bersama anggota piket SPK. “Kapolsek juga berkoordinasi dengan Unit Inafis Sat Reskrim Polres Bima untuk melakukan olah TKP,” kata Kapolres Bima melalui Kasubbag Humas IPTU Hanafi.

Pada Lakeynews.com malam ini, Hanafi menjelaskan, hasil pemeriksaan Dokter Puskesmas Woha terhadap jasad korban, tidak ada tanda-tanda kekerasan.

“Berdasarkan hasil interogasi oleh Kapolsek terhadap beberapa keluarga dekat korban di rumah duka menjelaskan, korban mengalami depresi akibat diceraikan oleh istrinya,” jelas Hanafi.

Sebelumnya, Jumat (29/11) lalu, sekitar pukul 01.00 Wita, korban juga sempat melakukan upaya bunuh diri. Pun dengan cara gantung diri dengan menggunakan kabel TV. “Namun digagalkan oleh pihak keluarga,” tandasnya.

Apakah tidak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban?

“Pihak keluarga korban tidak akan melakukan otopsi terhadap korban. Ini dikuatkan dengan adanya surat pernyataan keluarga untuk tidak diotopsi,” tandas Hanafi. (zar)