
DOMPU, Lakeynews.com – Wakil Ketua I DPRD Dompu Jamaluddin, S.Sos mengungkapkan, saat ini kondisi hutan di Dompu benar-benar sudah kritis.
“Hutan kita sudah 70 persen lebih habis dibabat, yang tersisa tinggal sekitar 20-30 persen saja,” ungkap pada wartawan di ruang kerjanya, belum lama ini.
Menurutnya, rata-rata lahan jagung di Dompu itu hasil perladangan liar. “Ini kenyataan yang terjadi di daerah kita,” ujarnya.
Saat rapat di provinsi, wakil rakyat Dapil 3 (Manggelewa dan Kilo) ini mengaku, telah menyampaikan langsung ke Gubernur atas kondisi hutan ini. “Pak Gubernur meminta semua pihak ikut bertanggung jawab. Bupati, DPRD dan masyarakat harus sama-sama bertanggung jawab dan melindungi hutan,” kutipnya.
Politisi Gerindra ini menegaskan, semua pihak harus bersama-sama bergerak menangani masalah ini. “Bupati, DPRD, LSM, kepala desa dan masyarakat bergandengan tangan. Jangan hanya mementingkan kepentingan politik dan ego masing-masing,” tegasnya.
Parahnya lagi, Jamaludin mendengar informasi di sekitar kawasan hutan Doro Kariro, perbatasan Desa Tanjung dan Saneo, telah terjadi pembagian tanah secara besar-besaran oleh oknum masyarakat. “Saya minta pihak KPH setempat untuk mencegah hal itu terjadi dan segera turun ke lapangan melihat kondisi yang sebenarnya,” tegasnya.
Kalau hal itu tidak dicegah segera, katanya, Proyek Multiyear Terowongan dan Bendungan Tanju dan Mila akan percuma. “Lantas air yang akan ditampung dimana sumbernya. Dan, saya khawatir kawasan di sana akan terjadi erosi besar-besaran,” tandasnya.
Dengan kondisi hutan yang seperti ini, masa depan generasi penerus daerah terancam. “Bisa jadi kehidupan mereka sudah tidak memiliki hutan, kayu, udara yang bagus, air bersih, cuaca ekstrim dan bahaya bencana,” paparnya.
“Kita semua harus mulai memikirkan warisan apa yang pantas kita tinggalkan buat anak cucu kita hari esok. Untuk itu ayo menanam dan sama-sama menghentikan aksi perladangan liar,” sambungnya.
Salah satu langkah konkret yang ditawarkannya, menyiapkan lahan percontohan seluas lima hektare. “Saat ini saya sudah menyiapkan lahan pribadi di sekitar Bendungan Tanju untuk direboisasi dengan pohon-pohon dan buah-buahan yang benilai ekonomis dan manfaat bagi masyarakat,” tadasnya. (ady)
