Petugas kebersihan DLH sedang mengangkut sampah di jalan. (ady/lakeynews.com)

DLH Siagakan 60 Petugas Kebersihan

DOMPU, Lakeynews.com – Gaya hidup masyarakat Dompu yang makin metropolis berbanding lurus dengan peningkatan produksi sampah rumah tangga. “Kami mencatat kurang lebih 43 ton sampah yang diproduksi setiap hari,” kata Kabid Kebersihan, Pertamanan dan Taman Hutan Raya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dompu Syafruddin, ST, MT, kepada Lakeynews.com.

Dikatakannya, setiap tahun pihaknya mencatat selalu terjadi peningkatan volume sampah rumah tangga. Hal tersebut karena adanya anggapan bahwa sampah itu sesuatu yang tidak berguna. “Orang menganggap sampah itu identik dengan barang sisa, tidak bermanfaat dan harus dibuang ke alam,” ungkapnya.

Padahal, menurutnya, sampah masih bisa diolah untuk sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. “Saat ini dikenal ada empat paradigma pengelolaan sampah yakni reduce (mengurangi), recyle (mendaur ulang), reuse (menggunakan kembali) dan replace (menempatkan kembali),” jelas Syafrudin.

Beberapa tempat yang sering menjadi sorotan warga?

Syafruddin memaparkan, pihaknya sudah mengidentifikasi dan mengantisipasi titik pembuangan sampah seperti Kantor Pemda, Pasar Dompu, Pasar Wodi, belakang Hotel Tursina, jembatan Matua, jembatan Nowa (dekat Lembaga Pemasyarakatan), jembatan POM bensin Kandai Dua, dekat lapangan Dorotangga, Terminal Ginte, Lagara, Pasar Soriutu (Manggelewa) dan Pasar Soro (Kempo).

“Tempat-tempat ini kami sediakan kontainer dan setiap hari kami angkut dua kali. Kecuali pasar, jadwalnya berbeda dan memiliki tim khusus,” bebernya.

Meski pihaknya bekerja maksimal dengan kekuatan yang ada, kata pria yang aktif di DPD KNPI Dompu ini, masih saja terjadi penumpukkan terutama sampah plastik dan limbah rumah tangga di luar fasilitas yang disediakan.

“Jadi, persoalannya lagi-lagi ketidakpahaman dan kebiasaan buruk masyarakat membuang sampah sembarangan,” tegasnya.

Ada berapa armada dan fasilitas yang sarana prasarana yang kini dimilik DLH Dompu?

Pria berkacamata ini menuturkan, saat ini DLH Dompu memilki 10 truk sampah dan tiga truk ambrol (umurnya lebih dari 15 tahun masih beroperasi) dan 32 kontainer sampah. “Selain itu, ada 60 petugas yang setiap hari bekerja menyapu dan membersihkan taman, bahu jalan protokol dan pasar,” bebernya.

Hal senada, disampaikan Kasi Kebersihan dan Persampahan DLH Dompu Muhammad Syarifudin, ST. Menurutnya, masalah sampah di Dompu kian hari kian mengkhawatirkan, dikarenakan banyaknya produksi sampah plastik dan minimnya kesadaran masyarakat tentang bahaya dan dampak sampah.

“Konsumsi masyarakat makin meningkat dan beragam, ditambah lagi makin menjamurnya tempat perbelanjaan. Inilah penyebab utamanya,” jelasnya. (ady/rom/yat)