
BIMA, Lakeynews.com – Setidaknya 81 warga asal Bima dan Dompu, NTB yang terdampak konflik Papua beberapa waktu lalu, akhirnya berhasil dipulangkan ke kampung halamannya.
Dari 81 warga tersebut, 78 orang dari Kabupaten Bima dan tiga orang dari Dompu. Mereka dipulangkan dalam dua tahap melalui Bandara Muhammad Salahuddin Bima. Pemkab Bima memfasilitasi pemulangannya menggunakan pesawat komersil.
Tahap pertama, 50 orang (49 warga terdampak dan satu orang pendamping), tiba Minggu (6/10). Di bandara, mereka dijemput Bupati Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE didampingi beberapa pejabat terkait.
Sedangkan pemulangan tahap kedua, hari ini (Senin, 7/10). Menurut Kasubag Informasi dan Pemberitaan (Infopem) Bagian Humaspro Setda Kabupaten Bima Zainuddin, SS, ada 31 orang (28 dari Bima dan tiga orang dari Dompu).
“Yang dipulangkan hari ini, mereka tiba di bandara sekitar pukul 14.30 Wita,” kata Zainuddin atas nama Kabag Humas dan Protokol pada Lakeynews.com, sore ini.
Warga terdampak konflik Papua yang dipulangkan siang tadi itu, lanjutnya, dijemput Kadis Sosial Drs. Sirajuddin AP, MM dan beberapa pejabat lain.
Untuk memastikan kondisi kesehatannya, para korban terdampak konflik tersebut dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Setelah disambut di ruang VIP bandara, puluhan warga tersebut diantar ke kampung halamannya masing-masing menggunakan mobil yang telah disiapkan.
Rasa haru dan ungkapan terima kasih yang mendalam disampaikan mereka kepada Bupati bersama jajaran terkait di Pemkab Bima. Kerja keras dan kerja tulus yang dikendalikan Umi Dinda (panggilan Bupati Bima) dalam mengurus dan memfasilitasi warga. Yakni sejak masa evakuasi hingga pemulangan warga ke kampung halamannya.
Informasi yang diperoleh medianya, sebenarnya jumlah warga asal Bima yang terdampak konflik Papua, jauh lebih banyak dari yang dipulangnya. Termasuk diantaranya yang berada di pengungsian.
Namun, ketika didata oleh tim utusan Pemkab Bima, yang menyampaikan keinginan untuk pulang hanya 78 orang dan ditambah tiga asal Dompu itu. Selebihnya, memilih untuk tetap berada di Papua.
Sebelumnya, dalam sambutannya, Bupati Dinda menyampaikan rasa syukurnya kehadirat Allah SWT, bahwa seluruh keluarga yang dipulangkan pada gelombang pertama dan kedua telah tiba dengan aman dan selamat.
Kepada segenap warga terdampak konflik, Bupati berpesan agar menghadapi cobaan ini dengan sabar dan tawakal.
“Jadikan semua itu sebagai pengalaman berharga. Petik hikmahnya untuk makin menebalkan tekad menata hidup menjadi lebih baik pada masa-masa selanjutnya,” imbuhnya.
Pada sisi lain, Bupati menginstruksikan pada OPD terkait, diantaranya Dinas Dikbudpora agar memastikan segera anak-anak warga terdampak konflik Papua tetap memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikannya pada sekolah-sekolah terdekat dengan kediamannya masing-masing.

Sedangkan kepada Dinas Dukcapil diperintahkan agar memfasilitasi pengurusan Adminduk. Berikut Dinas Kesehatan diinstruksikan untuk memastikan kondisi kesehatan para warga setelah sampai ke kediamannya.
Sementara Dinas Sosial diinstruksikan agar memastikan 78 warga tersebut sampai ke kampung halaman masing-masing dengan aman dan selamat.
Pada kesempatan itu, warga terdampak konflik yang diwakili salah seorang diantaranya, Suhardin, mengharapkan perhatian Pemda terkait kelanjutan pekerjaan dan penghidupannya setelah tiba di kampung halamannya.
Menanggapi itu, Bupati Dinda menjelaskan, fokus perhatian Pemkab Bima saat ini, memastikan seluruh warga terdampak konflik Papua berada dalam kondisi sehat, aman dan selamat.
Terkait harapan Suhardin dkk, menurut Umi Dinda, mesti dicermati secara komprehensif dan dikaji, serta dikoordinasikan secara padu bersama semua pihak pihak. “Ini mengingat pemerintahan pada tiap tingkatan memiliki landasan regulasi dan batasan kewenangan masing-masing,” ujarnya. (zar)
