Kepala SMKN 1 Kilo Drs. Landa (kanan) melepas 11 siswa Komptensi Keahlian NKPI yang akan Prakerin di Pelabuhan Benoa, Denpasar. (ist/lakeynews.com)

Landa: Disiplin Bekerja, Taati Aturan, Utamakan Keselamatan

DOMPU, Lakeynews.com – Setelah mengirim 18 siswa dan empat guru pendamping untuk berkompetisi di Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR/PMI) Kabupaten Dompu pada 14-17 September di Lapangan Desa Konte, Kecamatan Kempo, sore hari ini (15/9) SMKN 1 Kilo melepas lagi 11 siswanya ke Pelabuhan Benoa, Denpasar, Provinsi Bali.

Pelepasan 11 siswa Komptensi Keahlian Nautika Kapal Penangkapan Ikan (NKPI) tersebut dilakukan Kepala SMKN 1 Kilo Drs. Landa. Para siswa itu akan melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di Benoa selama tiga bulan, mulai September ini sampai Desember 2019.

Dalam arahannya ketika melepas peserta didiknya, Landa menekankan beberapa hal. Antara lain, terkait kedisiplinan dan patuh pada ketentuan.

“Anak-anakku sekalian, disiplinlah dalam bekerja. Taati semua aturan dan tata tertib perusahaan selama kalian menjalani Prakerin,” pesan pria yang akrab disapa Pak Lendo itu.

Lendo juga mengingatkan, agar siswa-siswa tersebut menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong. “Utamakan keselamatan diri kalian dalam bekerja,” imbuhnya sembari berharap, kedepan anak-anak itu akan menjadi pelaut ulung dalam dunia kemaritiman.

Setelah dilepas kepala sekolah, ke-11 siswa itu diberangkatkan menggunakan bus malam dari Dompu ke Denpasar. Mereka didampingi Wakasek hubungan industri dan guru pembimbing.

Kepala SMKN 1 Kilo Drs. Landa. (ist/lakeynews.com)

“Di Pelabuhan Benoa, selama Prakerin, anak-anak akan ikut kapal pencari ikan milik negara. Mereka praktek penyelamatan dan keamanan di atas kapal,” jelas Lendo pada Lakeynews.com via ponselnya, petang tadi.

Lebih jauh dijelaskan Lendo, sebelumnya, pihaknya terlebih dulu melakukan sosialissi kepada para orang tua siswa. Diantaranya, melalui rapat yang dilakukan bersama di SMKN 1 Kilo.

“Setelah ada kesepakatan, baru kami (pihak sekolah, red) meminta kepada orang tua siswa untuk menandatangani Surat Izin Orang Tua,” tandasnya.

Selanjutnya, sambung Lendo, para orang tua siswa membuat surat pernyataan bersedia mengikutsertakan anaknya pada kegiatan Prakerin. “Para orang tua siswa juga menandatangani surat pernyataan di atas materei,” jelasnya.

Inilah sejumlah peralatan bantuan dari Dikbud NTB untuk praktik siswa APHP SMKN 1 Kilo. (ist/lakeynews.com)

Dikbud NTB Bantu Peralatan, Siswa APHP Prakerin Pekan Depan

Pada sisi lain, Lendo menginformasikan, bahwa pekan depan SMKN 1 Kilo pun akan melepas sekitar tujuh siswa Kompetensi Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHP) untuk melakukan kegiatan yang sama. Para siswa yang semuanya perempuan itu akan menjalani Prakerin di Pabrik Pengolahan Ikan di Denpasar.

Terkait jurusan yang satu ini, beberapa hari lalu, sekolah yang dipimpin Lendo mendapat bantuan sejumlah peralatan praktik bagi siswa APHP.

“Bantuan peralatan ini dari Dikbud NTB yang bersumber dari DAK 2019,” paparnya. Apa saja jenis bantuan dimaksud, pria berkumis ini belum merincinya. (zar)