
DOMPU, Lakeynews.com – Sekolah Model dan Sekolah Imbas Se-Kabupaten Dompu mendapat pendampingan Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) Standar Nasional Pendidikan (SNP) oleh Fasilitator Daerah (Fasda) dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) NTB. Kegiatan ini digelar di SMKN 1 Woja, 9-10 September.
“SPMI merupakan sistem penjaminan mutu yang dilaksanakan dalam satuan pendidikan dan dijalankan oleh seluruh komponen satuan pendidikan,” ungkap Fasda SMA/SMK/SLB Dompu Drs. Suaidin Usman pada Lakeynews.com, Selasa (10/9).
Dikatakannya, sistem penjaminan mutu pendidikan di sekolah dibagi menjadi lima tahapan; pemetaan mutu, penyusunan rencana peningkatan mutu, implementasi rencana peningkatan mutu, evaluasi atau audit internal, dan penetapan standar mutu pendidikan. “Ini semua harus dimiliki sekolah model,” bebernya.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan implementasi dari hasil Rapor PMP yang sudah diisi warga sekolah. Dari Rapor PMP itu dilaksanakan program-program ke depan. “SPMI ini sangat penting bagi sekolah. Adanya SPMI juga memudahkan akreditasi ke depan,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan Widyaiswara LPMP NTB Hj. Lilis Sulianita, S.Pd, MM, mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan sekolah model dan sekolah imbas.
“Peserta diajarkan untuk bagaimana memetakan, menganalisis kekuatan dan kelemahan, pemetaan akar masalah, penyusunan perencanaan pemenuhan mutu sekolah masing-masing,” cetusnya.
Setelah kegiatan ini, Fasda akan berkunjung ke sekolah imbas. Diantaranya, SMKN 1 Hu’u, SMKN 2 Dompu, SMK AL-Muchsin, SMK AL-Mutmainah, SMK AR-Rizky, SMPN 7 IT Manggelewa, SMPN Satap 6 Manggelewa, SMPN Satap 5 Manggelewa, dan SMPN 4 Manggelewa.
Diketahui, sekolah model di Dompu ada empat; SMAN 2 Dompu, SMKN 1 Woja, SMKN 1 Manggelewa dan SMPN 1 Manggelewa. (ady)

Sukses selalu pak koswas sekaligus fasda Kabupaten Dompu, semoga sekolah di Kec. Pekat juga mendapat sekolah model, Aamiin