
BIMA, Lakeynew.com – STKIP Taman Siswa Bima (TSB), Sabtu (31/8) seminar nasional. Seminar bertajuk “Percepatan Pembangunan Pendidikan, Ekonomi, Sosial Budaya, Menuju NTB Gemilang dalam Menyongsong Era Industri 4.0,” di Aula Sudirman itu menghadirkan ratusan peneliti.
Dari ratusan peneliti tersebut, 50 di antaranya peneliti atau pemakalah eksternal dari berbagai perguruan tinggi (PT) se-Indonesia. Selain itu, 50 peneliti internal TSB, 500 peserta dari unsur umum, dosen dan mahasiswa.
Informasinya, kegiatan ini merupakan kali pertama digelar di kampus merah ini, bahkan pertama bagi PT di Pulau Sumbawa.
Hadir dari unsur pemerintah daerah pada kegiatan yang dipandu Damar Damhuji S.Pd, M.Pd itu, perwakilan Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima Dr. Karyadin, M.Pd dan Kepala Bappeda Drs. H. Muzakkir Sulaiman, M.Sc mewakili Bupati Bima.
Adapun narasumbernya, Prof. Dr. Hartono, M.Pd., Dr. Bambang Subali, M.Pd., dan Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si yang juga pimpinan STKIP TSB.
Dalam sambutannya, Dr. Ibnu Khaldun mengatakan, TSB terus melakukan percepatan pembangunan kualitas akademik dan non akademik. Seminar ini merupakan sejarah baru yang menandai 12 tahun perjalanan STKIP Taman Siswa Bima.
“Kegiatan semacam ini penting dilakukan untuk menggairahkan iklim ilmiah bagi para dosen dan mahasiswa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, amanat regulasi, bahwa selain dosen, para lulusan harus memiliki karya ilmiah atau artikel untuk dimuat di Jurnal sebagai salah satu persyaratan kelulusan. “Para mahasiswa juga dituntut untuk memiliki skill menulis, meneliti, dan soft skill lainnya,” bebernya.
Hal senada disampaikan Dr. Karyadin, M.Pd. Ia menjelaskan, kampus dan pemerintah harus bersinergi membangun pendidikan. “Kampus sebagai mesin utama memproduksi tenaga pendidik yang memiliki peran strategis untuk membangun pendidikan bersama pemerintah,” katanya.
Lebih lanjut ditegaskan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dibutuhkan guru yang profesional dengan menguasai empat kompetensi sekaligus; pedagogik, kepribadian, sosial dan kompetensi profesional. “Pendidikan yang bermutu harus memenuhi delapan standar pendidikan dan diharapkan untuk melebihi standar tersebut,” bebernya.
Sementara itu, Drs. Muzakkir Sulaiman, M.Sc mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi pribadi Ketua STKIP TSB yang terus melakukan kegiatan ilmiah. “Saya pribadi dan institusi sangat apresiasi atas segala upaya dan langkah Pak Ketua (Dr. Ibnu Khaldun, red),” sanjungnya.

Menurutnya, untuk percepatan pembangunan harus melakukan ‘Colaborative Governance’ termasuk dalam merumuskan RPJMD dibutuhkan kolaborasi antara PT dengan pemerintah. “Dalam membangun pendidikan di Kabupaten Bima harus berpatokan pada RPJMD sebagai kompas pendidikan kita,” cetusnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, diperbolehkan memberikan dana hibah buat kampus. Apalagi kampus dan para mahasiswa adalah bagian dari masyarakat daerah ini juga. “Pemerintah harus menyupport dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian dan inovasi,” ujar pria yang akrab disapa Bang Jak ini.
Diketahui, selain materi makalah panitia juga menyuguhkan hiburan berupa penampilan tari dari UKM Terompet dan pertunjukan musik Biola dari Violinis muda Bima Bung Fuadi. (ady)
