Puluhan guru besar dan doktor asal Bima dan Dompu menggelar Sarasehan nasional guna pendirian Perguruan Tinggi Negeri di Hotel Jayakarta Senggigi, 30-31 Agustus lalu. (ist/lakeynews.com)

Forum Ilmuwan Bima-Dompu Se-Indonesia sedang Merancang

MATARAM, Lakeynews.com ¬- Forum Ilmuwan Bima-Dompu Se-Indonesia menggelar Sarasehan Nasional Guna Pendirian Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Bima-Dompu. Kegiatan itu berlangsung di Hotel Jayakarta Senggigi, Lombok Barat, 30-31 Agustus lalu.

Selain puluhan profesor dan doktor, hadir dalam kegiatan ini Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc, Wakil Ketua DPRD NTB H. Mori Hanafi, M.Com, dan anggota DPRD NTB asal Bima Dr. Raihan Anwar.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB menyampaikan, mengapresiasi keinginan forum Ilmuwan Bima-Dompu se-Indonesia ini. “Saya paham forum ini kumpulan orang-orang yang galau dan ingin kembali ke kampung halaman,” ungkap Gubernur yang diwarnai canda tawa foum saat pembukaan kegiatan, Jumat (30/8) malam.

Merespons gagasan para guru besar dan doktor tersebut, Zulkieflimansyah menekankan lembaga pendidikan yang akan dibangun harus memiliki ciri khas dan karakteristik.

“Kita harus meng-create lembaga pendidikan yang bagus. Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) kini diminati oleh mahasiswa dari berbagai daerah di seluruh Indonesia karena ada kekhususannya,” ujarnya.

Ketua Tim Forum Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, M.A mengungkapkan, para guru besar dan doktor ini berkumpul karena rindu dengan kampung halaman dan ingin kembali dengan membangun kampus. “Mereka ingin di kampung halamannya (Bima-Dompu, red) berdiri kokoh Universitas Negeri atau Universitas Islam Negeri,” jelasnya.

Ia berharap, pascapertemuan tersebut ada langkah konkret yang dilakukan pemerintah daerah agar proses pendirian PTN di Bima bisa terealisasi. ”Jangan sampai Forum Profesor dan Doktor ini jalan sendiri tanpa dukungan dari Pemda,” pungkasnya.

Mantan Rektor UIN Alaudin Makassar ini menuturkan, PTN dampak positifnya cukup besar terhadap pembangunan daerah. “Jika sudah ada PTN, pemerintah daerah dapat menggandeng perguruan tinggi ini untuk pengembangan infrastruktur daerah dan pariwisata,” cetsunya.

Selain itu, guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini memaparkan, kegiatan ini bagian dari penjewantahan salah satu fungsi tridharma perguruan tinggi yakni pengabdian masyarakat.

“Di sinilah yang harus dipikirkan oleh Pemda, dengan adanya SDM baik dosen maupun mahasiswa, dapat memberikan solusi atas persoalan yang terjadi. Pembangunan kita juga tidak selalu pembangunan fisik namun ada banyak sumbangan pemikiran,” ujarnya.

Semantara itu, Dr Hermawan Sahputra, S.KM, Mars mengungkapkan, sumber daya alam di Bima-Dompu cukup melimpah dan butuh dikelola dengan baik terutama pariwisata.

“Kita punya laut yang indah, emas, mineral dan Gunung Tambora. Namun, selama ini belum maksimal pengelolaannya. Mungkin dengan adanya PTN ini dapat memberikan masukan lewat penelitian dan pengabdiannya,” bebernya.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc, memberikan sambutan pada Sarasehan Nasional Forum Ilmuwan Bima-Dompu, Jumat (30/8) malam. (ist/lakeynews.com)

“Tapi bukan berarti Perguruan Tinggi Swasta (PTS, red) selama ini tidak menjalankan tridharma perguruan tinggi. Namun, dengan hadirnya PTN bisa melengkapi yang kurang dan yang tidak bisa dilakukan oleh PTS,” ujarnya.

Hermawan menambahkan, daerah yang maju pasti diikuti dengan pendidikannya yang maju. “Lewat gagasan forum ilmuwan ini dapat memberikan masukan kepada kepala daerah untuk memanfaatkan potensi SDM yang dimiliki dalam mencapai tujuan pembangunan infrastruktur maupun ekonomi daerah,” jelasnya.

Akademisi UI ini memaparkan, ke depan kepala daerah di Bima dan Dompu lebih intens melakukan komunikasi dan koordinasi dengan forum ini agar proses pembangunan PTN bisa terwujud.

Diketahui, kegiatan yang bersifat diskusi terbuka (sharing) pendapat ini dihadiri sejumlah tokoh dan punya nama besar. Antara lain, Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, Prof. Dr. Natsir, SH, MH, Dr. H. Arsyad Abd Gani, M.Pd, Dr. Syahril, Dr. Kaharuddin Sulkhad, Dr. M. Irwan Husein, MP, Dr. Atun Wardatun, Dr. Salahudin, dan lainnya. (ady)