
BIMA, Lakeynews.com – Ketua STKIP Taman Siswa Bima (TSB) Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si mengungkapkan, saat ini mutu dan kualitas pendidikan Kabupaten Bima berada di urutan ke 7 atau 8 dari 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurutnya, untuk mengejar ketertinggalan tersebut, salah satunya perlu ada perpustakaan yang memadai di daerah ini. Perpustakaan tersebut, juga untuk mendukung gerakan percepatan sadar literasi di Bima.
“Pemerintah harus mulai membangun perpustakaan yang memadai untuk menyediakan buku-buku berkualitas, jurnal dan karya ilmiah yang dapat dibaca atau diakses oleh siswa, mahasiswa dan masyarakat luas,” sarannya saat menjadi pemateri pada Seminar Nasional bertajuk “Percepatan Pembangunan Pendidikan, Ekonomi, Sosial Budaya, Menuju NTB Gemilang dalam Menyongsong Era Industri 4.0”, di Aula Sudirman, Sabtu (31/8) lalu.
Menurutnya, hal ini dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan Kabupaten Bima yang saat ini berada pada peringkat tiga dari bawah se-NTB. “Perlu ada percepatan atau gerakan sadar literasi dari semua pihak, terutama difasilitasi oleh pemerintah, didukung perguruan tinggi, sekolah, swasta dan para pegiat literasi,” bebernya.
Pada kesempatan itu, doktor lulusan Fisip Universitas Indonesia (UI) ini meminta pemerintah untuk menyupport para penggiat literasi dan membantu perpustakaan desa setiap tahun anggaran. “Tujuannya agar minat baca dan geliat literasi masif di seluruh wilayah Bumi Ngaha Aina Ngoho ini,” cetusnya.
Diketahui, kegiatan ini dihadiri 50 peneliti atau pemakalah eksternal berbagai PT Se-Indonesia, 50 Peneliti Internal Tamsis, 500 peserta dari unsur umum, dosen, dan mahasiswa. Dari unsur pemerintah daerah, perwakilan Dinas Dikbudpora, Dr. Karyadin, M.Pd dan Kepala Bappeda Kabupaten Bima Drs. H. Muzakkir Sulaiman, M.Sc mewakili Bupati Bima.
Adapun narasumbernya, Prof. Dr Hartono, M.Pd., Dr Bambang Subali, M.Pd., dan Dr Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si. (ady)
