
DOMPU – Terungkap penyebab meninggalnya Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Dompu Arif Rahman, saat mengikuti Rapat Pleno KPU, Kamis (2/4/2026).
Menurut Humas RSUD Dompu Muhammad Iradat, almarhum Arif diduga menghembuskan napas terakhir sebelum sampai di rumah sakit.
“Hasil diagnosa, penyebab meninggalnya almarhum diduga karena serangan jantung,” kata pria yang akrab disapa Dae Redo itu pada Lakeynews, Kamis petang.
Seperti dilansir media ini sebelumnya, almarhum Arif tiba-tiba pingsan, tak lama usai menyampaikan pemaparan pada Sidang Pleno Rekapitulasi Hasil Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan I Tahun 2026 di Aula KPU Dompu.
Berita sebelumnya: Pejabat Dukcapil Dompu Meninggal Saat Rapat Pleno KPU
Dijelaskan Dae Redo, pasien atas nama Arif Rahman tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD sekitar pukul 10.15 Wita. Kondisinya sudah dalam keadaan tidak sadar.
“Terlihat sianosis. Gejala kekurangan oksigen, tampak kebiruan atau keunguan pada permukaan kulit, bibir atau kuku,” paparnya.

Pasien tersebut ditangani langsung oleh Kepala IGD RSUD milik daerah Bermoto Nggahi Rawi Pahu, dr. Ewith.
Terhadap almarhum langsung dilakukan pijat jantung dan bagging, sembari dilakukan pemeriksaan fisik. “Nadi tidak teraba, suara dasar paru tidak terdengar, bunyi jantung tidak terdengar,” ujarnya.
Kemudian pihak IGD memberikan epinefrin intra muskular, sambil dilakukan pemasangan infus. Setelah infus terpasang dan epinefrin, diberikan intra vena, setiap siklus RJP.
“RJP dilakukan sampai 10 siklus atau 10 kali pengulangan,” urai Dae Redo.
Meski diupayakan pertolongan sedemikian rupa, suara jantung pasien tetap tidak kembali. Arteri carotis juga tetap tidak teraba.
“Sekitar pukul 10.48 Wita dilakukan EKG. Hasil asistole, 10.50 Wita pasien (almarhum Arif Rahman, red) dinyatakan meninggal dunia. Saat itu diberitahukan kepada anak dan istri pasien,” tambahnya.
Menggunakan istilah medis, Dae Redo mengungkapkan, “Diagnosis: Death on Arrival e.c susp Cardiac Attack.”
Hasil diagnosisnya (sesuai pemeriksaan, tanda-tanda vital dan tindakan penanganannya), kalau di-Indonesia-kan, almarhum meninggal sebelum tiba di IGD atau meninggal dalam perjalanan.
“Susp Cardiac Attack, penyebab meninggalnya diduga karena serangan jantung,” tandas Dae Redo seraya menginformasikan, jenazah almarhum diantar ke rumah duka di Desa Kareke, Kecamatan Dompu, menggunakan mobil ambulan sekitar pukul 11.15 Wita. (A2)
