Bupati Dompu Bambang Firdaus bersama Istrinya, Onti Farianti dan Istri Wakil Bupati Syirajuddin, Titi Nurhaidah, dan pejabat lainnya pun ikut Karnawal Budaya yang diwarnai hujan lebat, Rabu (1/4/2026). (tim/lakeynews)

DOMPU – Meski diwarnai hujan lebat, Karnaval Budaya menyemarakkan HUT ke-211 Kabupaten Dompu pada Rabu (1/4/2206) berlangsung sukses.

Ribuan peserta dari berbagai elemen –yang umumnya jalan kaki– tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Kendati demikian, ada sebagai di antara mereka yang terpaksa berteduh. Melanjutkan pawai setelah hujan reda.

Pawai itu mengambil start di Lapangan Karijawa, melalui rute yang telah ditetapkan paniti, dan finish di depan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Jalan Soekarno-Hatta.

Mereka dilepas Bupati Bambang Firdaus didampingi sejumlah pejabat terkait. Setelah ikut berjalan bersama peserta barisan paling depan, Bupati juga mengambil posisi sebagai penerima peserta.

Baca jugaDitargetkan, 10 Ribu Peserta Ramaikan Karnaval Budaya HUT ke-211 Dompu

Ketika memberikan sambutan sesaat sebelum melepas peserta, Bupati mengungkapkan, salah satu biso besar Kabupaten Dompu dibawa pemerintahannya bersama Wakil Bupati Syirajuddin adalah “Dompu Berbudaya”.

“Karnaval Budaya ini menjadi salah satu momentum untuk mengembalikan jati diri Dou Labo Dana Dompu (warga dan daerah Dompu). Momentum membangun budaya yang kita miliki,” tegas Bupati.

Para peserta Karnawal Budaya menunjukkan beragam penampilan saat mengikuti kegiatan memeriahkan HUT ke-211 Kabupaten Dompu. (ist/lakeynews)

Dalam pernyataan menggugahnya, Bupati menekankan, masyarakat Dompu patut berbangga, kekhasan daerah ini karena mempunyai jati diri sendiri dan memiliki asal usul yang jelas.

“Kari ini kita jadikan momentum untuk mempromosikan dan sampaikan pada dunia luar bahwa Dompu punya jati diri yang patut kita banggakan,” imbuhnya.

Selain sumberdaya alam, lanjut Bupati, Dompu juga memiliki kekayaan budaya dan adat istiadat yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan.

Karnaval Budaya tersebut, menurut dia, wujud kebanggaan masyarakat dan Pemda Dompu untuk terus melestarikan budaya yang ada.

Pada kesempatan itu, Bupati mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta Karnaval Budaya dengan pakaian adat yang beragam. Ada yang berpakaian adat Suku Dompu, Suku Mbojo (Bima), Donggo, Samawa (Sumbawa), Sasak dari Pulau Lombok, Bali, Flobamora (NTT), paguyuban Jawa, Madura, Sulawesi, Padang, dan lainnya.

“Di Dompu ini multikultur. Dengan keberagaman ini, menjadikan Dompu sebagai miniaturnya Indonesia. Dengan ke-Bhinneka-an, kita hidup damai dalam perbedaan yang ada,” ujarnya.

Keberagaman, lanjut Bupati menjadi sebuah kekuatan untuk bahu-membahu dan bergandengan tangan dalam membangun daerah Nggahi Rawi Pahu tercinta menuju Dompu yang Maju.

Hal tersebut selaras dengan tema HUT ke-211, yakni “Bergerak Bersama Menuju Dompu Maju”. (tim)