Ketua Umum KONI Kabupaten Dompu Asrullah (pegang mic). (ist/lakeynews)

 

Asrullah: Laga Persidom di Liga 4 Diizinkan Pakai APBD

 

DOMPU – Jika dibandingkan dengan Porprov NTB 2023, dana hibah yang didapat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Dompu dari pemerintah tahun 2026 ini jauh berkurang.

“Tahun ini kita dapat alokasi dana hibah Rp. 3 miliar. Atau, hanya sekitar 47 persen dari tahun 2023, yang nilainya Rp. 5 miliar,” kata Ketua Umum KONI Kabupaten Dompu Asrullah, Sabtu (7/2/2026).

Menurutnya, pengembangan olahraga prestasi dilakukan melalui pelaksanaan multievent. Pelaksanaan singleevent dilakukan KONI melalui pembinaan terhadap induk organisasi Cabor (cabang olahraga).

Berkurangnya alokasi dana hibah tahun ini membuat KONI melakukan efisiensi. Alokasi anggaran lebih difokuskan pada multievent, yaitu Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) awal Juli mendatang. Mulai dari Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda), pelaksanaan Porprov, hingga operasional KONI Dompu.

Asumsi jumlah kontingen kita pada Porprov NTB 2026 ini sama dengan 2023. Terbatasnya anggaran, beberapa item perlengkapan kontingen Porprov nanti terpaksa tidak bisa dialokasikan (dipangkas).

“Pengadaan tas kontingen dan beberapa peralatan tidak bisa maksimal kita adakan. Untuk operasional KONI-pun hanya cukup untuk enam bulan,” jelas Asrullah.

Pembinaan atlet melalui induk organisasi Cabor prestasi juga difokuskan pada persiapan Porprov 2026 melalui Pelatda. “Tidak ada pembagian dana pembinaan bagi masing-masing Cabor. Termasuk untuk singleevent seperti Liga 4 ini, tidak bisa dialokasikan,” tegasnya.

 

Pembiayaan Laga Persidom di Liga 4

Sementara itu, prestasi Persidom FC –klub bola kebanggaan Dompu– menjuarai Liga 4 Rayon Pulau Sumbawa menjadi kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat Bumi Nggahi Rawi Pahu.

Persidom FC ke babak final Liga 4 Seri Nasional dan akan bertemu juara Rayon Pulau Lombok di GOR Mataram. “Keberhasilan ini bagian dari prestasi PSSI Kabupaten Dompu dalam pembinaan atlet pada klub binaannya,” puji Asrullah.

Kebijakan terbaru PSSI, klub yang berlaga di Liga 4 diizinkan menggunakan dana APBD. Mulai musim 2025-2026 sebagai bentuk dukungan.

Dukungan ini, katanya, untuk menghidupkan kompetisi di daerah, membangun sport industry di tingkat lokal, dan meningkatkan kualitas pembinaan sepak bola di tingkat kabupaten.

Berbeda dengan Liga 1 dan Liga 2 yang sudah kategori profesional. APBD untuk Liga 4 atau Liga 3, bukan sebuah kewajiban tetapi diizinkan atau dibolehkan.

Jadi, tegas, APBD merupakan salah satu sumber pendanaan yang diperbolehkan untuk Liga 4. Namun, bukan satu-satunya sumber pendanaan yang sah.

“Harapan kita, Askab PSSI Dompu dapat mencari sponsor swasta untuk membiayai Persidom yang merupakann salah satu klub binaan dari Askab PSSI,” imbuhnya. (tim)