
Putri ke 27 dari 33 Bersaudara, Buah Hati Mantan Bupati Abdurrahman Mahmud
Catatan: Sarwon Al Khan, Dompu
GENAP seminggu sudah Miftahul Suadah dipercaya sebagai kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu. Dia dilantik bersama 14 pejabat Eselon II lainnya oleh Bupati Bambang Firdaus di Aula Pendopo Bupati, Senin (12/1/2026).
TMT CPNS perempuan berhijab yang akrab disapa Acha Suad ini pada 1 Desember 2002. Baru TMT PNS pada 1 Maret 2004.
Dari sekitar 24 tahun mengabdi sebagai PNS/ASN di lingkup Pemkab Dompu, sebagian besar habis di dua instansi. Hampir 10 tahun di Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR), dan 11 tahun di Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan (Bappeda-Litbang).
Selebihnya di beberapa instansi. Seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), kurang dari setahun. Di Bagian Administrasi Pembangunan (AP) Setda, juga tidak sampai satu tahun.
Kemudian, sejak 2 Oktober 2023 hingga 12 Januari 2026 menduduki jabatan Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia (SDM).
Promosi tersebut diraihnya setelah sebelumnya lolos seleksi –untuk jabatan itu. Seleksi dilakukan Panitia Seleksi (Pansel) yang dibentuk Bupati (saat itu) H. Kader Jaelani, diketuai akademisi Universitas Mataram (Unram), Dr. H. Iwan Harsono.
Beberapa waktu lalu, Tim bentukan Bupati Bambang Firdaus yang juga diketuai Dr. H. Iwan Harsono menguji kompetensi (Ujikom) terhadap para pejabat Eselon II dan III Pemkab Dompu.
“Hasil Ujikom mereka telah kami serahkan kepada Bupati,” kata Dr Iwan ketika bertandang ke Redaksi Lakeynews, tak lama usai menuntaskan tugas-tugas pengujiannya terhadap para pejabat Bumi Nggahi Rawi Pahu.
Sayangnya, Dr Iwan menolak membocorkan hasil pengujiannya tersebut. Alasannya, Tim tidak berwenang menyampaikan hal itu. “Itu ranahnya Pemda, kewenangan Bupati,” elaknya.
Tanda tanya, teka-teki dan rasa penasaran publik tentang siapa menduduki jabatan apa, akhirnya terjawab. Pada mutasi perdana selama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Syirajuddin, Bupati Bambang menggeser 15 pejabat Eselon II (Baca juga: Bongkar-Pasang Mesin Birokrasi Dompu; 15 Pejabat Eselon II Dimutasi, yang Kerap Gaduh Masih Bertengger).
Miftahul Suadah masuk jaring penggeseran tersebut. Wanita berlatar belakang pendidikan teknik. S1-nya Sarjana Teknik Planologi (ST) Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota pada Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang 2001.
Siasati Keterbatasan Anggaran dengan Kolaborasi
Meski sebagian besar waktu pengabdiannya (selama ini) dihabiskan di Dinas PUPR dan Bappeda-Litbang, serta berlatar belakang ST, Acha Suad dipercaya oleh Bupati untuk menakhodai dinas yang fokus mengurusi perempuan dan anak.
Itu merupakan bidang atau dunia baru –bahkan asing– bagi Acha Suad. Bidang yang sama sekali tidak pernah disentuhnya selama menjadi ASN.
Bagaimana tanggapan Acha Suad atas penempatannya sebagai kepala DP3A?
Sedianya, wanita yang tangis pertamanya meletus di Dompu pada 26 Juli 1977 itu terkesan enggan menanggapi terlalu jauh kebijakan atasannya tersebut. Dia sadar, sebagai ASN, harus siap ditempatkan di mana saja.
“Dari awal kita siap ditempatkan di mana saja,” kata pemilik Sertifikasi Penilai Amdal (Analisis Dampak Lingkungan) dari Universitas Gajah Mada ini saat ditemui Lakeynews di ruang kerjanya, pekan lalu.
Mampukah Acha Suad mengemban amanah tersebut? Terutama dalam mengejawantahkan dan turut mewujudkan program, visi dan misi pemerintahan Bambang-Syirajuddin bertitel “DOMPU MAJU”?
Ditanya demikian, Acha Suad mengakui, jika dilihat dari track record-nya selama menjadi ASN, DP3A (mengurus perempuan dan anak) adalah hal baru baginya. “Ini tantangan baru bagi saya,” ujarnya.
“Sebagai ASN, saya harus loyal pada perintah pimpinan. Tapi, kita harus tetap optimal dan totalitas di manapun ditempatkan,” sambung putri ke 27 dari 33 bersaudara, buah hati pasangan H. Abdurrahman Mahmud (bapak/mantan Bupati Dompu) dan St. Zubaedah (ibu) itu.

Namun, berdasarkan referensi yang dihimpun media ini, kebijakan Bupati Bambang menempatkan Acha Suad sebagai kepala DP3A masih terdapat relevansinya. Pascasarjana (S2)-nya mengambil manajemen.
Istri almarhum Pahlawan Indrajaya (anggota DPRD Kabupaten Dompu 2019-2024) itu diketahui menempuh dan menuntaskan pendidikan Magister Manajemen Sumber Daya Manusia (MM)-nya pada Universitas Terbuka (UT) 2024.
Mengingat telah dipercaya untuk menakhodai dinas yang mengurus perempuan dan anak, maka, bidang infrastruktur dan akses-aksesnya yang menjadi background-nya, harus diistirahatkan dulu.
“Memang harus istirahat dulu ngurus infrastruktur, karena belum ada pekerjaan saya di sana atau di situ. Sekarang harus fokus dulu pada pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” papar Acha Suad.
Ucapan tersebut sudah langsung diaplikasinnya. Sehari setelah dilantik, saat memimpin apel pagi Selasa (13/1/2026), Acha Suad menyampaikan beberapa hal. Termasuk meminta rencana kerja semua bidang di DP3A dan segera diserahkan kepada Kadis untuk dibahas bersama.
“Saya sudah berikan PR kepada Kabid-kabid. Alhamdulillah, mereka langsung merespons dan menindaklanjutinya,” jelas salah seorang srikandi Eselon II Pemkab Dompu ini.
Sebagai “orang baru”, apalagi menduduki posisi pucuk pimpinan di DP3A, Acha Suad mengurai langkah-langkah yang ditapakinya. Tahap awal, dia perlu mengetahui dulu, arah pembangunan DP3A ini ke mana.
Untuk mengetahui hal itu, dia harus menggali di Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Dompu. “Kami ini pembantu Bupati. Otomatis harus menjalankan sesuai dengan visi-misi Bupati. Dan, itu, pengejewantahannya di RPJMD,” ulasnya.
Selanjutnya, Acha Suad melihat dan membaca Rencana Strategis Daerah (Renstrada) Kabupaten Dompu 2026. Itu untuk mengetahui Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan dalam Renstrada dimaksud.
“Kita harus lihat satuannya dulu. Karena, dari satuan ini diketahui titik start kita di mana dan finishnya di mana? Semuanya harus terukur,” tandasnya.
Menurutnya, ada enam IKU –dalam hal ini– di DP3A. Yakni Indek Pembangunan Gender (IPG); Indeks Ketimpangan Gender (IKG); Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan (TPAKP); Indeks Perlindungan Anak (IPA); Indeks Pemenuhan Hak Anak (IPHA); dan terakhir, Predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang diterapkan pada Organisasi Perangkat Daerah (SAKIP OPD).
Dari indeks-indeks dan target-target yang dibebankan tersebut, apa saja yang dilakukan DP3A untuk pencapaian yang progresif?
“Kami akan breakdown (analisa). Saya sudah minta kepada teman-teman kepala bidang. Ini kami bahas secara detail,” jawabnya.
Jika sudah ada guidance (panduan), baik sasaran maupun lokusnya, Acha Suad sebagai kepala DP3D, tinggal mengawal. Selain melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait.
Disinggung sumber daya manusia (SDM) penyelenggara pemerintahan di DP3A, Acha Suad menyebut tersedia 25 ASN (PNS maupun PPP3K), termasuk Kadis dan Sekdis. Menurutnya, jumlah itu sudah cukup untuk sementara.
Terkait alokasi anggaran yang dikelola DP3A pada tahun 2026 ini, Acha Suad belum menyebutkan secara eksplisit.
Namun, yang pasti, saat ini pihaknya tengah mengejar beberapa target. Kalau sumber daya anggaran (misalnya) dianggap masih kurang, dia menekankan kepada bawahannya, itu merupakan kondisi daerah yang tidak terhindarkan.
Karena itu, menyiasati (misalnya) keterbatasan anggaran, Acha Suad dan jajarannya berupaya melakukan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait. Instansi atau institusi yang hendak digandeng tersebut, antara lain; Dinas PPKB, Dinas Kesehatan, Aparat Penegak Hukum, Rumah Sakit, Dinas Dikpora, dan lainnya.
Riwayat Pekerjaan dan Pendidikan
Sebelumn menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan, Kemasyarakatan, dan SDM, serta kepala DP3A, Acha Suad pernah menjabat Kabag Administrasi Pembangunan (AP) Setdakab Dompu, mulai 25 Januari 2023.
Pernah juga menjabat Sekretaris Dinas Perkim 2022, Kabis Fisik dan Prasarana Bappeda-Litbang 2017, dan sejumlah jabatan lainnya.
Sekolah dasar hingga menengah semuanya diselesaikan di Dompu. SDN 8 Dompu 1989, SMPN 1 Dompu 1992, dan SMAN 1 Dompu 1995.
Sedangkan perguruan tinggi semuanya dijalani di luar gaerah. S1 Sarjana Teknik Planologi (ST) Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota pada Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang 2001. Sedangkan S2-nya, Magister Manajemen Sumber Daya Manusia (MM) pada Universitas Terbuka (UT) 2024.
Acha Suad telah mengikuti dan menuntaskan sejumlah Diklat Struktural. Antara lain, Diklat Struktural Lainnya di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) 2025, dan Spamen/Sespa/Sespanas/Diklatpim Tk. II di BPSDMD Provinsi Jateng.
Sebelumnya, juga tuntas mengikuti Diklat Struktural Lainnya di BPSDMD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 2023, Sepadya/Spama/Diklatpim Tk. III/PKA di BPSDMD Provinsi NTB 2023. Semuanya dituntaskan dengan nilai BAIK, sesuai EKSPEKTASI. (*)
