Rapat Komite SMAN 1 Dompu Semester I Tahun Anggaran 2025/2026 di Aula Sekolah terkait, Jumat (16/1/2026). Wakil Ketua Komite Rudi Purtomo, ketika memaparkan kinerja mereka sekitar empat bulan terakhir. (tim/lakeynews)

DOMPU – Para orang tua/wali murid SMAN 1 Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan sepakat, sumbangan orang tua/wali murid masih dibutuhkan dan dilanjutkan untuk mendukung dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Para orang tua/wali murid juga mendukung penuh transparansi pengelolaan anggaran yang bersumber dari orang tua/wali murid yang mulai dilakukan (ditegakkan) komite sekolah periode sekarang.

Kesepakatan dan dukungan tersebut, karena, meski dana BOS SMAN 1 Dompu saat ini menyentuh Rp. 2 miliar lebih, namun dirasa masih kurang untuk pembiayaan pendidikan di sekolah itu. Terutama untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana dan puluhan kegiatan ekstrakurikuler siswa.

Pernyataan kesepakatan para orang tua/wali murid tersebut disampaikan dan dihasilkan dalam rapat Komite Komite SMAN 1 Dompu Semester I Tahun Anggaran 2025/2026 di Aula Sekolah terkait, Jumat (16/1/2026). Rapat komite dihadiri 53 perwakilan orang tua/wali murid dari 165 orang yang diundang.

Hadir dan memberikan sambutan pada rapat itu, Plt. Kepala Cabang Dinas Dikpora Wilayah V (Dompu) NTB Muhammad Gunawan, dan Kepala SMAN 1 Dompu Nuryadin.

Berikutnya ejumlah pengurus teras komite sekolah. Diantaranya, Ketua Komite H. Muhammad Alexander, Wakil Ketua I (Bidang Pendidikan dan Kesiswaan) Rudi Purtomo beserta anggota; Nuraedah Gaffar dan Rosidah. Wakil Ketua II (Bidang Sarana dan Prasarana) Dedy Kusnadi, dan anggota Siti Yu’la. Wakil Ketua III (Bidang Humas) Abdul Syahid, Wakil Sekretaris Suryadin, dan pengurus lainnya.

“Dana BOS tidak cukup. Masih kurang. Terutama untuk memenuhi kebutuhan sarana-prasarana dan kegiatan ekstrakurikuler siswa yang jumlahnya puluhan jenis,” kata Ketua Komite Komite H. Muhammad Alexander pada Lakeynews usai Rapat Komite.

Ketua Komite SMAN 1 Dompu H. Muhammad Alexander, didampingi Kepala Sekolah Nuryadin, beberapa pengurus komite sekolah, dan wali murid, diwawancarai Lakeynews usai rapat. (tim/lakeynews)

Kendati demikian, lanjut Alex, agar tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Peraturan Mendikdasmen RI Nomor 75 Tahun 2016 yang mengatur tentang sumbangan, akan dibuat format lebih lanjut.

“Ini agar kita tidak menyimpangi aturan tentang larangan sumbangan ini-itu,” tegas pensiunan PNS eselon II Pemkab Dompu yang pernah menduduki jabatan Inspektur Inspektorat, kepala Dinas Dikpora, kepala BKD-PSDM, dan sederet jabatan lainnya.

Lebih jauh dijelaskan, orang tua/wali murid tidak berat memberikan sumbangan dengan ikhlas, terlebih sekolah ini mempunyai target untuk prestasi di beberapa bidang. Sekolah juga siap menjawab berbagai tantangan dengan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan yang lebih bagus. “Mereka akan ditatar melalui pendidikan dan pelatihan dan sebagainya,” ujarnya.

Apa saja fasilitas, sarana dan prasarana, serta kegiatan ekstrakurikuler yang butuhkan di sekolah itu, sehingga mendapat perhatian para orang tua/wali murid untuk berkontribusi?

Alex mengaku, banyak yang direncanakan komite. Antara lain, kebutuhan di Ruang Laboratorium (Lab) Komputer. Daya listrik di ruangan itu yang masih rendah akan ditingkatkan, sehingga bisa dipasang AC; komputer yang masih kurang akan ditambah. “Demikian juga kekurangan di Lab-lab lain seperti Lab Fisika dan Lab Biologi akan dipenuhi,” jelasnya.

“Tempat-tempat cuci tangan atau wastafel di sepanjang emperan sekolah, macet semua. Ini akan kita perbaiki. Sekarang air yang keluar keruh, diupayakan agar air yang keluar nanti jernih. Sepanjang dana komite ada, kita mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut 100 persen,” sambungnya dengan nada tegas.

Memperkuat penjelasan Alex, Wakil Ketua Komite Dedy Kusnadi menambahkan, kegiatan ekstrakurikuler siswa SMAN 1 Dompu mencapai 33 jenis. Kalau mengandalkan dana BOS tentu tidak mencukupi.

Alhamdulillah, para orang tua/wali murid sepakat sumbangan mereka masih dibutuhkan untuk mendukung pembiayaan pendidikan di sekolah ini,” kata pria yang berlatar belakang aktivis ini di tempat yang sama.

Rapat Komite SMAN 1 Dompu, dihadiri 53 perwakilan orang tua/wali murid dari 165 orang yang diundang. (tim/lakeynews)

Enam Poin Keputusan Rapat Komite

Sementara itu, Wakil Ketua Komite Rudi Purtomo memaparkan hasil keputusan rapat SMAN 1 Dompu selengkapnya;

Pertama, sepakat bahwa pembiayaan pendidikan pada SMAN 1 Dompu masih membutuhkan dukungan dana yang bersumber dari sumbangan orang tua/wali murid.

Kedua, tata cara penarikan sumbangan diupayakan tidak bertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Ketiga, berkaitan dengan pemberitaan media massa yang menyatakan, bahwa terdapat siswa yang tidak diizinkan mengikuti ujian sekolah karena tidak membayar sumbangan pendidikan, pihak sekolah menyatakan tidak pernah mengaitkan peserta ujian dengan pembayaran kewajiban di sekolah.

“Apalagi memulangkan siswa sehingga tidak bisa mengikuti ujian terkait dengan pembayaran sumbangan pendidikan. Hingga saat ini belum ada orang tua atau wali murid yang melapor ke pengurus komite bahwa anak mereka dipulangkan atau tidak diperbolehkan mengikuti ujian karena tidak atau telat membayar sumbangan,” tegasnya.

Keempat, perlunya dibangun iklim kerja yang sehat (di SMAN 1 Dompu), saling menghargai, tetap menjaga profesionalisme masing-masing, antara komite sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, dan warga sekolah lainnya.

Kelima, komite sekolah adalah penghubung antara orang tua/wali murid dengan sekolah dan pihak lainnya. Karena itu, jika terjadi permasalahan yang berkaitan dengan anak didik, pendidikan dan pembiayaan pendidikan, hendaknya tidak memperguncingkan di lingkungan masyarakat.

“Gunakan saluran yang ada, termasuk sampaikan kepada komite sekolah, sehingga tidak berkembang menjadi isu yang liar, sesat dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” imbuh pria yang saat ini menjabat Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu ini.

Dan, keenam, adanya pemberitaan yang bersifat dugaan tentang moratorium BPP dan sumbangan yang dikelola komite sekolah di salah satu media online (disebutkan nama media, dan tanggal pemuatannya, red), berita tersebut adalah hoaks. “Tidak perlu ditanggapi,” jelas lelaki yang akrab disapa Mas Poer ini.

Kepala SMAN 1 Dompu Nuryadin ketika diwawancarai Lakeynews usai rapat. (tim/lakeynews)

Nuryadin: Hasil Rapat Komite Sangat Berarti bagi Sekolah

Kepala SMAN 1 Dompu Nuryadin mengaku senang dengan rapat yang digelar komite sekolah. Poin-poin yang dihasilkan dalam rapat tersebut dirasa sangat berarti bagi sekolah yang dipimpinnya.

“Kami sangat bersyukur, beliau-beliau dari komite ini datang untuk men-support sekolah. Ini semua demi anak-anak kita, anak-anak masa depan bangsa,” tutur Nuryadin pada media ini.

Sejalan dengan moto SMAN 1 Dompu, “Pelajaran Hari Ini, Pemimpin Besok”, pihaknya sedang menyiapkan calon pemimpin masa depan. “Dan, itu tidak mudah. Karena itu, sangat dibutuhkan peran masyarakat, peran orang tua/wali murid untuk men-support kami,” harap Nuryadin.

Menurutnya, rapat komite plus hasilnya bisa memberikan pencerahan, bahwa dengan musyawarah semua bisa teratasi, dan terjelaskan. “Semua bisa menerima,” cetusnya.

Nuryadin juga sempat menanggapi isu pihak sekolah memulangkan siswa karena belum melunasi sumbangan. Sama dengan salah satu poin keputusan rapat komite, Nuryadin juga membantahnya.

“Tidak ada siswa yang dipulangkan. Kebijakan saya sejak menjabat kepala SMAN 2 Dompu dan berlanjut ke SMAN 1 Dompu, tidak ada yang begitu (pemulangan siswa karena belum menyetor sumbangan, red),” tegasnya.

“Kepada seluruh panitia, semua pihak yang berhubungan dengan kegiatan evaluasi, ujian, dan lainnya, tidak boleh anak dipulangkan hanya karena alasan tersebut. Itu tidak ada,” tandasnya. (tim)