
DOMPU – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Dompu terus mendorong berbagai elemen masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan partisipatif. Kali ini, lembaga pengawas Pemilu dan Pilkada di Bumi Nggahi Rawi Pahu itu merambah sekolah-sekolah. Sasarannya, para calon pemilih pemula di SMA dan SMK.
Kegiatan bertitel Lao Lamba Sekolah (mengunjungi sekolah, red) telah dimulai. Diawali di SMAN 1 Woja pada Selasa (13/1/2026) pagi.
Kunjungan itu dipimpin Koordinator Divisi (Kordiv) Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Bawaslu Dompu Wahyudin. Didampingi Kepala Sub Bagian Pengawasan, dan beberapa staf Bawaslu.
Kehadiran rombongan Bawaslu mendapat sambutan hangat kepala SMAN 1 Woja, para guru, dan siswa-siswi yang menjadi peserta sosialisasi.
“Sosialisasi tentang pengawasan partisipasi ini untuk menumbuhkan kesadaran demokrasi sejak dini, mendorong keterlibatan aktif generasi muda dan pemilih pemula dalam mengawal Pemilu dan Pilkada,” kata Wahyudin.
Menurutnya, pemilih pemula memegang peran strategis dalam menentukan arah dan kualitas demokrasi kedepan.
Wahyudin mengingatkan, siswa-siswi yang telah berusia 17 tahun agar segera melakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP) dan memastikan namanya telah terdaftar sebagai pemilih.
Menurutnya, partisipasi dalam demokrasi tidak hanya sebatas datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Lebih dari itu, turut mengawasi jalannya seluruh tahapan Pemilu dan Pilkada.
“Pengawasan partisipatif merupakan benteng awal dalam mencegah terjadinya pelanggaran pada pelaksanaan Pemilu dan Pilkada,” tegas Wahyudin.
Keberhasilan Pemilu dan Pilkada, lanjutnya, selain penyelenggara juga peran aktif masyarakat dalam melakukan pengawasan bersama.
Pada kesempatan itu, Wahyudin sempat menyoroti masih maraknya praktik politik uang (money politics).
Politik uang, katanya, dapat merusak nilai-nilai demokrasi. Karena itu, para siswa diajak agar keberanian menolak segala bentuk politik uang, serta tidak ragu melaporkan jika menemukan dugaan pelanggaran. (tim)
