
Jenazah Diangkut ke Rumah Duka Pakai Mobil Bak Terbuka
CATATAN: Sarwon Al Khan, Dompu
PAGI Selasa (11/11/2025) adalah kesempatan terakhir Nursi (40) berkomunikasi dengan suaminya, almarhum Sukrin Bin Ahmad (45), warga Dusun Pemukiman, Desa Bumi Pajo, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima.
Saat itu suaminya –yang juga Ketua BPD Bumi Pajo– bersama sejumlah warga lain hendak berangkat ke So Moti To’i, Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Yakni ke lahan pertanian milik M. Ali H. Abakar, warga Dusun Pemukiman, Desa Bumi Pajo.
Mereka akan melakukan pemasangan pondok (gubuk) sekaligus penyemprotan gulma di lahan untuk ditanami jagung. Gubuk yang bisa dibongkar-pasang itu, sebelumnya dibuat di Desa Bumi Pajo.
Namun, sebelum Sukrin menempuh perjalanan ke lokasi yang memakan waktu lebih kurang dua jam, sang istri sempat melarangnya pergi. Alasannya, karena hari Selasa, yang oleh sebagian orang di sana dianggap sebagai hari yang tidak membawa keberuntungan.
“Hari Selasa dianggap hari yang “panas” dan “nahas”. Sehingga Nursi melarang suaminya pergi,” kata Sugianto, sepupu korban Sukrin –mengutip pengakuan Nursi– pada Lakeynews, Selasa malam ini.
Sesungguhnya korban Sukrin bukan tidak mengindahkan larangan istrinya tersebut. “Almarhum cuma merasa tidak enak karena sudah mengiyakan ajakan M. Ali,” jelas Sugianto.
Sang istri tidak bisa berkata dan berbuat apa-apa mendengar jawaban suaminya. Nursi-pun merelakan suaminya berangkat.
Nursi melepas kepergian suami sembari memanjatkan doa untuk keselamatan dan aktivitasnya pada hari itu berjalan lancar. Kembali ke rumah dalam keadaan selamat dan berkumpul lagi dengan keluarga seperti biasa.
Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, Tuhan Yang Maha Kuasa penentunya. Almarhum Sukrin meregang nyawa di tempat setelah disambar petir saat melakukan pemasangan pondok di lahan jagung tersebut.
Selain Sukrin, korban meninggal dunia lainnya adalah Iswadin Tabrin (35), juga dari Dusun Pemukiman, Desa Bumi Pajo.
Disamping itu, ada tiga korban luka bakar dalam peristiwa tersebut. Yakni M. Ali (43), Muhammad Ridwan (23), dan Mustakim (45). Ketiganya juga warga Dusun Pemukiman, Desa Bumi Pajo.
Kelima korban sempat dilarikan warga ke Puskesmas Kempo. Kemudian, dua korban meninggal dibawa ke kampungnya menggunakan mobil bak terbuka (pick up) dengan pengawalan kepolisian.
Saat ini, kedua korban meninggal tengah disemayamkan di rumah duka di kampung halamannya. Rencananya, akan dimakamkan di Pemakaman Umum Desa Bumi Pajo di Dusun Rasabou, Rabu (12/11/2025).
Sementara tiga korban luka-luka, menjalani perawatan intensif di Puskesmas Kempo. Informasinya, hingga malam ini, masih dirawat di sana.
“Korban yang mengalami luka bakar ringan maupun berat sedang dirawat di ruang IGD (instalasi gawat darurat),” kata Kepala Puskesmas Kempo, Hermin Yuniarti pada wartawan, Selasa petang.

Kronologis Kejadian
Merilis pengakuan korban yang selamat dari peristiwa tragis tersebut, Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika mengungkapkan, warga yang membuat (memasang) pondok itu ada tujuh orang.
Ketika turun hujan deras disertai kilatan dan petir, mereka beristirahat di bawah pondok. Saat itulah, lima dari tujuh warga disambar petir.
Dua diantaranya meninggal dunia di lokasi kejadian, tiga lainnya mengalami luka bakar ringan dan berat.
Mendapat laporan masyarakat, Kapolsek Kempo IPTU Jubaidin bersama anggota langsung meluncur ke lokasi kejadian.
Kemudian bersama warga, mereka mengevakuasi para korban ke Puskesmas Kempo menggunakan kendaraan warga.
Menurut Jubaidin, atas permintaan keluarga dan petunjuk Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, pihaknya mengawal dua jenazah korban hingga ke rumah duka di Desa Bumi Pajo.
“Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum atau pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.
Polres Dompu menyampaikan dukacita yang mendalam dan berbelasungkawa atas musibah tersebut.
“Semoga kedua almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan bagi korban yang masih dirawat semoga segera pulih,” doa Kasi Humas Polres I Nyoman Suardika. (*)

informasi yg disampaikan akurat, aktual saya sangat suka