
Bupati BBF dan Berbagai Pihak Tanda Tangani Komitmen Bersama
DOMPU – Peluncuran Dompu Juang dan Kompak Dompu, inovasi dua ASN yang menduduki jabatan Eselon II Pemkab Dompu di Aula Pendopo Bupati, Senin (20/10/2025), dirangkaikan dengan Sosialisasi dan Penandatanganan Komitmen Bersama.
Kompak Dompu upaya strategis dan menjadi solusi pencegahan konflik sosial. Sehingga, sejumlah pihak di daerah ini berkomitmen dan bersepakat untuk berperan dalam mencegah terjadinya konflik sosial.
Bupati Dompu Bambang Firdaus (BBF), Sekda Gatot Gunawan P. Putra, unsur Forkopimda, ketua MUI, pimpinan dinas/instansi, Ormas, lembaga adat, pers, dan lainnya membubuhkan tanda tangan pada komitmen bersama.
Penandatanganan komitmen bersama itu bagian aplikasi dari Inovasi Kompak Dompu; Strategi Peningkatan Kewaspdaan Dini Pencegahan Konflik Sosial melalui Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Dompu, karya Ardiansyah (Senpai/Simpe Dian), Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).
Baca juga: Inovasi Dompu Juang dan Kompak Dompu Diluncurkan, Bupati BBF: Ini Karya Luar Biasa
Mereka menyatakan komitmen bersama untuk mencegah terjadinya konflik sosial di Lingkungan kami, demi terciptanya kehidupan Masyarakat yang aman, damai dan harmonis.
Setidaknya enam poin kesepakatan yang dilandasi semangat persatuan dan kesatuan bangsa, serta berdasarkan prinsip keadilan kesetaraan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Pertama, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, kebersamaan dan saling menghormati dalam kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara.
Kedua, menolak segala bentuk provokasi, ujaran kebencian, kekerasan dan diskriminasi yang dapat memicu konflik sosial.
Ketiga, mengutamakan musyawarah dan dialog dalam menyelesaikan setiap perbedaan atau perselisihan yang terjadi di masyarakat.
Keempat, mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kedamaian lingkungan.
Kelima, berperan serta dalam deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi Konflik sosial, serta melaporkan kepada pihak berwenang secara bertanggung jawab.
Ke-enam, bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, aparat pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan konflik sosial.
“Kami menyadari bahwa perdamaian dan keharmonisan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, kami berkomitmen untuk menjalankan butir-butir kesepakatan ini dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab,” ujar mereka dalam naskah komitmen bersama dikutip Kepala Bakesbangpol Ardiansyah. (tim)
