Ketua FPAN yang juga Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bima Rafidin H. Baharuddin. (ist/lakeynews)

BIMA –Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Kabupaten Bima Rafidin H. Baharuddin menegaskan, tidak ada mahar bagi belasan ribu honorer yang berjuang untuk lolos sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Tahun 2025.

“Tidak ada mahar sesenpun yang dipungut. Nol rupiah. Baik agar lolos maupun sabagai bentuk ucapan terima kasih atas kelolosannya,” kata Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bima pada wartawan di kantor dewan, beberapa hari lalu.

Saat ini, 14.077 peserta diperjuangkan Pemkab Bima di bawah kepemimpinan Bupati Ady Mahyudi bersama Wakil Bupati H. Irfan (Ady-Irfan) agar lolos sebagai PPPK Paruh Waktu.

“Mari kita sama-sama dukung dan doakan perjuangan Bupati-Wabup Bima, sehingga 14.077 honorer yang diusulkan ke pusat dapat diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu tahun ini,” ajaknya Rafidin yang juga Sekretaris DPD Partai Amanat Nasional Kabupaten Bima ini.

Wakil rakyat utusan Dapil Bima III (Kecamatan Donggo, Soromandi, Sanggar dan Tambora) ini optimis perjuangan Pemkab Bima akan terwujud sesuai yang diharapkan.

Pada sisi lain, Rafidin menegaskan perjuangan meloloskan 14.077 honorer dimaksud bukan atas kepentingan pribadi maupun golongan tertentu. “Ini murni perjuangan ikhlas pemerintahan Ady-Irfan,” cetusnya.

Jika ada oknum yang memanfaatkan momen ini untuk mencari uang dengan meminta sejumlah uang pada calon PPPK Paruh Waktu, Rafidin mengimbau agar tidak memercayainya.

“Jangan percaya, siapapun itu apalagi sampai meminta uang Rp. 10 juta hingga Rp. 30 juta. Pengangkatan PPPK Paruh Waktu tidak menggunakan uang sesenpun. Kalau ada, laporkan ke APH (Aparat Penegak Hukum),” imbuhnya. (ayi)