
KOTA BIMA – Baru lebih kurang 16 jam digeser dari Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Bima, Gufran langsung memimpin Operasi Pasar Murah (OPM).
Kegiatan OPM itu berlangsung di Kantor Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasane Barat, Kamis (28/8/2025) mulai sekitar pukul 08.00 Wita.
Diketahui, Gufran dilantik dan diambil sumpahnya bersama 82 pejabat lain oleh Wali Kota Bima H.A. Rahman H. Abidin di Aula Kantor Wali Kota, Rabu (27/8/2025) sore sekitar pukul 16.00 Wita.
Gufran menggantikan Kepala DKP sebelumnya, H. Ikhwanul Muslimin. Sementara jabatan Kalak BPBD kini dijabat Faruk yang semula menjabat Kadis Perkim.
“Operasi Pasar ini kerja sama DKP dengan Dinas Koperindag, dan Bagian Ekonomi Setda. Sasaran kita masyarakat Kelurahan Sarae dan sekitarnya,” kata Gufran pada Lakeynews, Kamis pagi tadi.
Kegiatan tersebut, selain dihadiri Kepala DKP, juga diikuti Kabid Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan H. Ahyar (Aji Panji), serta beberapa Kabid lain dan jajaran DKP.
Dihadiri juga oleh pihak Dinas Koperindag, dan Bagian Ekonomi Setda, Sekcam Rasanae Barat Haris Zulkarnain, Sekretaris Kelurahan Sarae Sudirman dan lainnya.
“Operasi pasar murah ini untuk stabilisasi harga pasar di tingkat konsumen dan menjaga inflasi di Kota Bima,” jelas Gufran.

Apa saja jenis barang (bahan kebutuhan) yang dijual dalam OP dengan harga murah dan terjangkau oleh masyarakat itu?
“Ada tiga jenis kebutuhan dasar masyarakat. Yakni beras, gula pasir, dan minyak goreng,” jawab jebolan S1 STKIP Bima (S.Pd) dan S2 Magister Kebijakan Publik Fisipol Universitas Wijaya Putra Surabaya (M.Si) 2008 itu.
Dijelaskan, beras ukuran 5 Kg (per karung), dibanderol dengan harga Rp. 58 ribu. Sementara gula pasir ukuran 1 Kg dijual dengan harga Rp. 17.500.
“Sedangkan minyak goreng merk Minyak Kita ukuran satu liter dijual dengan harga Rp. 17 ribu,” papar Aba Gefon, sapaan akrab Gufran.
Lebih jauh ayah dari empat putra hasil pernikahannya dengan (istri tercinta) Fitriah, S.Kep.Ners itu menjelaskan volume barang yang gelontorkan.
“Dalam operasi pasar murah di Kelurahan Sarae ini, ada dua ton beras, 300 Kg gula pasir, dan 250 liter minyak goreng,” ungkap Gufran.
Sementara itu, Kadis Koperindag yang diwakili H. Sodik menjelaskan, operasi pasar murah ini untuk mengatasi inflasi. “Agar Kota Bima tetap aman dalam ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya. (tim)
