Mobil bak terbuka yang dipasangkan tandon air, partisipasi salah seorang pengusaha di Lakey, Kecamatan Hu’u, tengah menyiram venue utama Festival Lakey 2025. (ist/lakeynews)

DOMPU – Salah satu persoalan yang lumayan serius dihadapi di Venue Utama Festival Lakey 2025 adalah debu.

Sejak hari pertama digelarnya rangkaian festival, 12 Juli lalu, para pengunjung bermandikan debu. Mulai dari gerbang masuk (lepas Jalan Lintas Lakey-Dompu), area parkir hingga arena utama.

Upaya mengatasi masalah debu tersebut, Pemda Dompu melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bersama unsur panitia lainnya, mengambil beberapa langkah. Diantaranya, melarang kendaraan masuk venue utama dan melakukan penyiraman.

“Kita mulai tegakkan. Tidak membolehkan kendaraan masuk di area venue utama festival,” kata Kadisbudpar Kabupaten Dompu Abdul Muis pada Lakeynews, Rabu (16/7/2025).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu Abdul Muis (kiri) dan Sekdis Kominfo Dompu Dwi Erza Zily Surya Darma, di arena Festival Lakey. (ist/lakeynews)

Baca juga:

* Festival Lakey 2025 Disadari Sarat Kekurangan, Butuh Partisipasi OPD dan Pengunjung

Ketua DPRD Dompu Ajak Seluruh Elemen Sukseskan Festival Lakey dengan Sapta Pesona

Yang diperbolehkan masuk area venue utama, menurutnya, antara lain kendaraan yang mempunyai stiker. “Walaupun kendaraan dinas, kalau tidak punya stiker, ya tidak boleh masuk ke sini,” jelas pria lebih akrab disapa Pak Daeng ini.

Disamping kendaraan yang memiliki stiker, yang boleh masuk area venue adalah kendaraan untuk kebutuhan operasional (di lokasi), mobil pemadam kebakaran/tangki, mobil sampah, dan kendaraan operasional keamanan.

Panitia sudah menyiapkan lapangan (tempat) parkir kendaraan di depan venue. Luasnya hampir enam hektare.

“Untuk hal ini, kita sudah rapat koordinasi dengan pihak Polri, TNI, Pol PP, dan Pemerintah Desa (Hu’u),” ungkap Pak Daeng.

Diutarakan juga, pihaknya sudah mulai mencoba menerapkan larangan kendaraan masuk venue. Penjagaan di pintu masuk pun diperketat.

“Mulai hari ini, kendaraan-kendaraan yang masuk venue utama, selain yang disebutkan di atas, ditertibkan,” tandasnya.

Selain itu penertiban (pelarangan) kendaraan masuk, untuk mengatasi masalah debu di arena utama juga disiram (dengan air) menggunakan beberapa unit mobil tangki.

Ditambah satu mobil bak terbuka yang dipasangkan tandon air, bantuan atau partisipasi dari salah seorang pengusaha di Lakey.

“Dengan demikian, kita rasa, masalah debu di arena atau venue utama Festival Lakey dapat diminimalisir,” cetus Pak Daeng. (ayi)