Asisten I (Pemerintahan dan Kesra) Setda Kabupaten Dompu Khairul Insyan memberikan sambutan pada kegiatan pemusnahan BKC llegal di Lapangan Beringin Kabupaten Dompu, Provinsi NTB, Rabu (21/5/2025). (ist/lakeynews.com)

DOMPU – Bagi Kabupaten Dompu, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) memiliki keistimewaan tersendiri. Pasalnya, tiap tahun, alokasi DBHCHT untuk daerah bermoto Nggahi Rawi Pahu ini mengalami peningkatan bagi pembentukan APBD.

Pada tahun 2022, Kabupaten Dompu hanya mendapatkan alokasi Rp. 6 miliar. Namun, tahun 2025 ini memperoleh alokasi Rp. 23,48 miliar.

“Pencapaian ini karena Kabupaten Dompu memiliki luas tanam atau produksi tanaman tembakau terbesar se-Pulau Sumbawa. Data tahun 2024, luas lahan tembakau kami sekitar 600 hektare dan perkiraan produksi 1.100 ton,” papar Asisten I (Pemerintahan dan Kesra) Setda Kabupaten Dompu Khairul Insyan.

Hal tersebut disampaikan Dae Mpera (sapaan Khairul Insyan) ketika membacakan sambutan Bupati Dompu Bambang Firdaus pada kegiatan pemusnahan Barang Kena Cukai (BKC) llegal Hasil Penindakan KPPBC TMP C Sumbawa Tahun 2024 kerja sama dengan Pemkab Dompu, di Lapangan Beringin Kabupaten Dompu, Rabu (21/5/2025).

Berita sebelumnya: BKC llegal Rugikan Negara Rp 644,8 Juta Dimusnahkan di Dompu

Peningkatan pendapatan alokasi DBHCHT juga adanya kontribusi pendapatan cukai dari rokok produksi local, Woko Kretek. Dan, tahun ini (2025) akan bertambah lagi satu sentra industri hasil tembakau di Desa Kadindi, Kecamatan Pekat.

“Kita harapan, kedepan dapat dibentuk aglomerasi industri hasil tembakau di Kecamatan Manggelewa yang pembiayaannya berasal dari DBHCHT,” ujar Dae Mpera.

Momentum pemusnahan BKC llegal ini, lanjut dia, menjadi pemberi semangat para petani tembakau dan sentra-sentra hasil tembakau yang mulai menggeliat di Kabupaten Dompu.

Pemusnahan ini sekaligus memberi tempat dan perlindungan pasar bagi industri-industri rokok legal dari rokok-rokok ilegal yang ada di masyarakat. “Di sisi lain, pendapatan negara akan terjaga,” tegasnya.

Ke depan juga, menurut Dae Mpera, tanaman tembakau dan rokok produksi lokal akan berpengaruh besar bagi pertumbuhan ekonomi. Bahkan dapat menjadi komoditi unggulan.

“Itu sejalan dengan upaya membangun Dompu Maju, sesuai dengan misi meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal yang didukung infrastruktur berkualitas dengan memperhatikan ketahanan ekologi,” cetusnya. (tim)