Ketua DPRD Kabupaten Dompu Muttakun. (ayi/lakeynews.com)

DOMPU – Ketua DPRD Kabupaten Dompu Muttakun menegaskan, mendukung sepenuhnya pelaksanaan empat event Dompu yang sudah diakomodir masuk Calendar of Events (CoE) Provinsi NTB 2025.

“Saya dukung sepenuhnya untuk dilaksanakan,” kata Muttakun menanggapi colekan Admin WAG Lakeynews terkait lolosnya empat event Dompu masuk dalam CoE NTB 2025, Minggu (27/4/2025).

Sebagaimana dilansir media ini sebelumnya, keempat event Dompu dimaksud; Upacara Lu’u Daha, Pacuan Kuda Tradisional, Festival Lakey, dan Kharisma Muna Pa’a.

Berita sebelumnya: 

Muttakun yang ex officio ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD ini bahkan menantang balik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Politisi NasDem ini mendesak Disbudpar agar segera mengirim surat yang ditujukan kepada Bupati Cq. TAPD dan Ketua DPRD, perihal Proposal Event CoE NTB.

“Surat inilah yang menjadi dasar kami di DPRD untuk mengundang TAPD dan membahas, agar Pemkab Dompu serius mendorong pengembangan pariwisata melalui event-event. Termasuk empat event dan menjadi agenda Dompu yang masuk dalam CoE NTB 2025,” paparnya.

Kebetulan sedang perjalanan dinas dan berada di Mataram, Muttakun berencana memanfaatkan kesempatan itu untuk berkunjung dan membangun komunikasi Dinas Pariwisata (Dispar) NTB terkait partisipasi Pemkab Dompu di CoE NTB.

Masalah anggaran untuk mendukung terlaksana dan terwujudnya kegiatan tersebut merupakan isu yang tajam dibicarakan. Sejumlah pendapat (pemikiran) anggota WAG bermunculan.

Salah seorang di antaranya, Dedi Arsyik. Pamong Budaya yang juga Plt. Kabid Kebudayaan Disbudpar Dompu ini mengatakan, CoE merupakan agenda kegiatan wisata dan budaya yang diselenggarakan di Provinsi NTB sepanjang tahun.

Pada event yang terselenggara di kabupaten/kota, Pemprov NTB diketahui menyalurkan dana kepada kabupaten/kota untuk membantu berbagai kegiatan di tingkat daerah-daerah tersebut.

Karena itu, dia menyampaikan harapan kepada anggota DPRD NTB dari Dapil VI (Dompu-Bima), khususnya Akhdiansyah yang juga ada di WAG Lakeynews, agar membantu memperjuangkan di APBD NTB.

“(Kami) berharap sekali kepada Abang Akhdiansyah, kiranya dapat membantu mengusahakan alokasi sebagian anggaran lewat APBD Provinsi NTB untuk membantu kegiatan-kegiatan event (CoE NTB 2025) di Kabupaten Dompu,” ujar Dedi.

Menanggapi itu, Akhdiansyah mengatakan, kalau sudah masuk CoE NTB, idealnya DPRD dan TAPD Dompu tinggal membahas dalam APBD Perubahan (2025).

“CoE (memang) agenda provinsi. Ada alokasi APBD-nya. Cuma tidak full di-back up. Kolaborasi dan sponsor,” tutur politisi PKB itu.

“Pemkab Dompu yang punya event, support Pemprov, sponsor, dan lainnya,” sambung lelaki yang akrab disapa Guru To’i atau Yonk-Q ini.

Menurutnya, langkah maju yang dilakukan Disbudpar Kabupaten Dompu ini sepatutnya di-support semua komponen, terlebih Pemkab Dompu. “Ini agar empat event yang telah diperjuangkan masuk CoE NTB bisa sukses dilaksanakan,”

 

Muhammad Syahroni: Angggaran Kita Memang Terbatas

Setelah menguncapkan selamat atas masuknya empat kegiatan Dompu dalam CoE NTB, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Dompu Muhammad Syahroni, juga angkat bicara di WAG tersebut.

Menurutnya, menganggaran 2025 didasari oleh perencanaan 2025 yang disusun pada tahun 2024, atau satu tahun sebelum tahun rencana. Sehingga, yang dianggarkan dalam APBD Dompu 2025 merupakan program/kegiatan yang telah direncanakan dalam RKPD 2025.

(RKPD 2025 adalah Rencana Kerja Pemerintah Daerah untuk tahun 2025. Itu merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah tahunan yang disusun Pemda Dompu, red).

Maka dari itu, sebagai bahan introspeksi bagi semuanya –termasuk semua organisasi perangkat daerah–, Syahroni mengingatkan agar memastikan seluruh program/kegiatan perangkat daerah telah masuk dalam rencana kerja (Renja) perangkat daerah tersebut.

“Tidak cukup hanya hangat dibahas di ruang-ruang WAG,” tutur pria yang akrab disapa Dae Roni itu.

“Harus sama-sama munculkan pemahaman pada kita semua, bahwa angggaran kita memang terbatas. Dan, tidak serta merta begitu kita punya kebutuhan pasti akan diikuti oleh ketersediaan anggaran,” sambungnya.

 

“Strategis dan Prioritas, Harus Dibahas Hingga Didukung TAPD dan Banggar”

Empat kegiatan Kabupaten Dompu yang masuk dalam CoE NTB 2025 merupakan kegiatan strategis dan pariwisata. Sayangnya, menurut informasi, hanya sebagian yang telah memiliki anggaran, seperti Festival Lakey.

Sedangkan selebihnya tidak ada dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Disbudpar 2025.

Hal ini membuat Disbudpar dan sejumlah pihak terkait terkuras pikiran terkait bagaimana mendapatkan anggaran untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut.

Tetapi Ketua DPRD Dompu Muttakun berpendapat, “Untuk melaksanakan program yang tidak ada dalam DPA Disbudpar –sementara kegiatan itu menjadi strategis dan prioritas—, maka mau tidak mau harus dibahas hingga mendapat dukungan dari TAPD dan Banggar DPRD.”

Dikatakan, mekanisme teknis pengalokasian anggaran untuk memenuhi dan melaksanakan program dalam tahun berjalan, mau tidak mau harus masuk dalam mekanisme pergeseran APBD.

Sehubungan dengan event CoE ini, Muttakun memandang sangat strategis. Tentu saja diyakini juga pandangan khalayak (publik) Dompu untuk mengembangkan pariwisata daerah.

Karena itu, empat agenda yang diusulkan dan belakangan masuk pada agenda CoE NTB, tentu harus didukung melalui kebijakan anggaran tanpa harus ada kata “dipaksakan dan ambisius”.

“Makna “mau tidak mau” bukan berarti dipaksakan atau ambisius, melainkan (karena) sifatnya yang strategis dan prioritas,” tegas Muttakun. (ayi)