
Hendratno: Ini Langkah Besar Kami Menuju Sekolah Digital “Deep Learning”
DOMPU – Ujian Sekolah di SMAN 2 Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) 2025 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya memakai kertas, tahun ini menggunakan Android.
“Ujian Sekolah menggunakan Android ini kali pertama dilakukan di sekolah kami. Sebelumnya belum pernah dilakukan,” kata Kepala SMAN 2 Dompu Hendratno pada Lakeynews.com, Jumat (11/4/2025).
Terobosan tersebut merupakan langkah besar sekolah yang dipimpin Hendro (sapaan Hendratno). Bukan hanya mengikuti perkembangan zaman, tapi juga memperkuat filosofi Deep Learning di Kurikulum merdeka.
(Menurut beberapa literatur, Deep Learning adalah cabang dari machine learning yang menggunakan jaringan saraf tiruan (artificial neural networks) untuk belajar dari data, red).
“Ini langkah besar bagi kami menuju sekolah digital di tengah semangat Deep Learning,” papar Hendro.

Lebih jauh dijelaskan Hendro, tahun ini terdata 247 siswa Kelas XII mengikuti ujian sekolah dari tanggal 10 hingga 16 April.
Setiap siswa menggunakan perangkat ponsel Android sendiri. Namun, bagi mereka yang tidak memiliki ponsel Android, sekolah menyiapkan skenario cadangan dengan menyediakan laboratorium komputer sebagai alternatif.
“Tidak ada siswa yang dipulangkan hanya karena tidak membawa HP,” tegas Hendro. “Kami sudah mengidentifikasi kebutuhan mereka sejak Februari,” sambungnya.
Ujian digelar di 12 ruangan. Masing-masing ruangan diisi oleh 21 siswa (peserta).
Sistem pengawasannya pun tak kalah inovatifnya. Dilakukan silang antarmata pelajaran. “Guru tidak diizinkan mengawasi ujian pada mata pelajaran yang mereka ajar,” tegas Hendro.
Langkah ini bukan tanpa persiapan. Selama bulan Ramadan lalu, sekolah telah melakukan simulasi dan tryout berbasis Android. Kemudian dilakukan evaluasi. Hambatan-hambatan yang muncul berhasil diatasi.
“Kami memang menghadapi tantangan, terutama karena berdekatan dengan masa libur panjang. Tapi berkat semangat rekan-rekan panitia, semuanya dipersiapkan baik,” tandasnya.
Setiap pagi, ujian dimulai pukul 07.30 Wita. Namun siswa diharuskan hadir minimal 30 menit sebelum ujian berlangsung untuk menerima briefing dan pengarahan.
“Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir kekeliruan dan memastikan pelaksanaan ujian berlangsung lancar. Dan, alhamdulillah hingga hari kedua Ujian Sekolah menggunakan Android berjalan lancar,” jelasnya.
Tidak hanya soal teknis. Hendratno juga melihat transformasi ini sebagai momentum untuk membentuk karakter siswa.
“Ujian model ini (menggunakan Android, red), mendorong siswa lebih mandiri, serius, dan kompetitif. Bahkan semangatnya mengingatkan saya pada zaman Ujian Nasional dulu,” katanya mengenang masa-masa ketika proses evaluasi menjadi momen yang benar-benar menantang.
Sekarang, menurut dia, ujian bukan hanya soal mengukur capaian belajar. Lebih dari itu, bagaimana sebuah sekolah mampu beradaptasi dan berinovasi.
SMAN 2 Dompu telah membuktikan diri, bahwa dengan semangat kolaborasi dan visi yang jelas, pendidikan bisa terus melaju tanpa tertinggal zaman. (ayi)
