
Ketua KNPI Dompu: Pendukung Jangan Pongah, Pengkritik Jangan Membabi-buta
DOMPU – H. “Aby” Kader Jaelani (AKJ), Bupati Dompu 2021-2026 dan Bambang Firdaus (BBF), Bupati Dompu 2025-2030, merupakan dua sahabat lama. Mereka bergantian atas ketentuan Yang Maha Kuasa, menjadi pemimpin pelayan rakyat Dompu sambung-menyambung.
Demikian disampaikan Ketua DPD II KNPI Kabupaten Dompu Muhammad Iradat pada Lakeynews.com. Hal yang sama, juga diunggahnya di media sosial.
Pria yang akrab disapa Dae Redo ini menilai, AKJ merupakan person dan pejabat publik dikenal luas seorang yang dermawan, apa adanya dan bersahaja.
“Selama dipimpin beliau lebih kurang 3,5 tahun, sebagai rakyat, pemuda dan pelayan publik, kami mencintai beliau dengan kemurnian personality ini. Ada yang tidak sepakat? Tentu saja, iya,” tandasnya.

Sedangkan BBF, meski baru beberapa hari menjadi Bupati Dompu, langsung menghentak, dan menunjukkan hal yang sama. Di awal kepemimpinannya setelah Sertijab langsung memberi contoh keteladanan.
Iradat menilai, BBF sedikit berbeda, dengan menunjukkan sikap mental seorang pemimpin yang perfeksionis pada etos kerja, resik dan kerapian. “Konon, beliau memiliki karakter genuine selama memimpin perusahaan dan hari-harinya di rumah,” ungkapnya.
“Ada yang mengkritisi dan menganggap pencitraan? Tentu saja ada. Begitulah cara dunia bekerja. Mustahil kita memuaskan semua pihak,” sambungnya.
Di matanya, AKJ sudah memberikan seluruh pelayanan dan pengabdiannya. BBF sudah mulai memimpin dan mulai mengenalkan warna menjanjikan perubahan nyata pada kanvas kepemimpinannya.
Dukung, bantu, kawal, dan awasi kepempimpinannya, agar terus memaksimalkan perangkat kerja abdi negara, di bawah jargon DOMPU MAJU.
“Yang mendukung nggak perlu pongah. Tebarlah narasi-narasi rekonsiliatif. Tidak perlu juga kebakaran jenggot dengan kritikan,” imbuhnya.
Dikatakan, 1000 kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Kritikan dan cibiran malah sangat baik, obat, dan berharga bagi jiwa kita, manusia yang pelupa. “Bukankah Turbulensi pada saat pesawat mengudara, menghadirkan beribu dzikir,” ujarnya dengan nada tanya.
Demikian pula pihak yang mengkritisi. “Nggak perlu juga grasah-grusuh membabi-buta. Hadirkan kritikan berbasis data. Sekaligus juga tawaran solusi konstruktif, menggunakan prasangka baik, teduh, visioner, dan informatif bagi kemajuan Dou la’bo Dana ‘Dompu,” pesannya.
Iradat lalu mengutip Hadits Riwayat Ahmad. Bunyinya, “Barangsiapa ingin menasihati penguasa dengan sesuatu hal, maka janganlah tampakkan nasehat tersebut secara terang-terangan. Namun ambillah tangannya dan bicaralah empat mata dengannya. Jika nasehat diterima, itulah yang diharapkan. Jika tidak diterima, engkau telah menunaikan apa yang dituntut darimu”.
KNPI Siap Kawal Kepemimpinan BBF-DJ
Sebagai mitra strategis dan kritis, KNPI Dompu siap mendukung dan mengawal kepemimpinan Bupati Bambang Firdaus dan Wakil Bupati Syirajuddin (BBF-DJ).
“KNPI kedepannya siap mengawal sekaligus membantu menyiapkan solusi pembaharu,” janji Iradat.
Dia meyakini hal itu dapat dilakukan, karena bersamanya dalam tubuh DPD KNPI Kabupaten Dompu 2024-2027 adalah tokoh-tokoh muda terbaik di Kabupaten Dompu yang energik dan potensial. Mereka pemimpin masa depan Dompu.
Tokoh-tokoh yang siap meng-input ide, gagasan, sekaligus solusi dalam kompleksitas persoalan daerah, khususnya yang lahir dari aktivitas dan dinamika kepemudaan.
Kalau berbicara kemampuan, rekam jejak dan potensi, Iradat merasa dan mengaku tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan para pemuda dalam kepengurusan.
“Beliau-beliau merupakan pemuda-pemuda inspiratif dan pelopor yang menjadi guru saya pribadi,” tuturnya merendah.
Soal Pilkada, Iradat mengingatkan telah usai. Semua elemen masyarakat diharapkan membangun narasi-narasi sejuk, dan rekonsiliatif. Mengawal niat bersama untuk akselarasi pembangunan Dou la’bo Dana ‘Dompu di bawah DOMPU MAJU.
Sebagai person dan pengurus KNPI, Iradat juga berharap generasi Dompu meletakkan sense of belonging. “Rasa kepemilikan terhadap daerah kita tercinta,” jelasnya.
Tidak boleh lagi ada dikotomi, pihak-pihak yang berseberangan. Baiknya menyudahi konstelasi pasca-Pilkada. “Kita harus memiliki kesadaran kolektif untuk sama-sama berkontribusi proposional,” pesannya. (ayi)
