Ketua DPRD Kabupaten Dompu Muttakun memberikan sambutan pada puncak perayaan Milad ke-20 SMAN 2 Dompu, Sabtu (1/2/2025). (tim/lakeynews.com)

 

Langsung Mulai Minggu Pagi Gotong Royong Bersihkan Sampah

 

DOMPU – Ketua DPRD Kabupaten Dompu Muttakun menantang SMAN 2 Dompu untuk menjadi Pilot Project Perubahan untuk jenjang pendidikan SMA/SMK di Bumi Nggahi Rawi Pahu.

Tantangan tersebut dilontarkan penunggang kendaraan dinas bernomor polisi EA 3 R ketika memberikan sambutan pada puncak perayaan Milad ke-20 SMAN 2 Dompu, Sabtu (1/2/2025).

“Saya ingin SMAN 2 Dompu kita jadikan pilot project perubahan. Apakah siap,” tanya Muttakun berulang-ulang yang juga dijawab, “siap”, berulang-ulang pula oleh keluarga besar sekolah tersebut.

Baca juga: Rayakan Milad ke-20, SMAN 2 Dompu Menjelma jadi Sekolah yang Diperhitungkan

Muttakun mengajak kepala sekolah, komite sekolah dan keluarga besar SMAN 2 Dompu untuk sama-sama melakukan perubahan. Perubahan dimulai dari diri masing-masing.

“Kita harus menjadi contoh dan keteladanan perubahan. Salah satunya, tidak terpengaruh oleh Narkoba. Tidak terlibat masalah Narkoba,” pesannya dengan nada tegas.

Yang tidak kalah pentingnya adalah menjadi contoh dalam menegakan kedisiplinan dan menjaga kebersihan. Baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

“Jika benar-benar sudah siap menjadi pilot project perubahan, mulai besok, Minggu (2/2/2025) pagi-pagi, kita kerja bakti membersihkan sampah di belakang sekolah,” kata Muttakun, lagi-lagi menantang dengan suara kencang.

Karena keluarga besar SMAN 2 Dompu dengan serentak kembali menyambut dengan menyatakan siap, Muttakun akan mengupayakan dan meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menghadirkan mobil pengakut sampah.

Awalnya, Muttakun mengaku, diundang hadir pada acara HUT SMAN 2 Dompu 2025 merupakan anugerah baginya. “Setelah dilantik sebagai ketua DPRD pada akhir Desember lalu, undangan ini SMAN 2 Dompu ini merupakan undangan pertama dari jenjang SMA/SMK di Kabupaten Dompu,” ujarnya.

“Beberapa waktu lalu memang saya menghadiri undangan dari SMPN 6 Woja. Tapi, untuk SMA/SMK, ini yang pertama,” sambung Muttakun.

Dia tidak menafikan, bahwa pengelolaan SMA/SMK/SLB adalah kewenangan provinsi. Namun bagaimanapun, di sana (SMA/SMK/SLB) ada SDM, ada warga Dompu. “Maka, tetap akan menjadi perhatian Pemda (Eksekutif dan Legislatif) Dompu,” tegasnya.

Muttakun meyakinkan, bahwa kalau hal-hal yang menyangkut masyarakat Dompu untuk dimajukan, dia bersama anggota dewan lainnya akan hadir. “Yakinlah, ada Muttakun dan DPRD Dompu di situ,” tadasnya.

Kepala SMAN 2 Dompu Hendratno (depan, dua dari kanan). (tim/lakeynews.com)

Anggap Kehormatan dan Motivasi, Hendratno Siap Komitmen Tiga Hal

Menanggapi tantangan Muttakun tersebut, Kepala SMAN 2 Dompu Hendratno bukan hanya menyambut baik. Atas nama keluarga besar SMAN 2 Dompu, Hendro (sapaan Hendratno) mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena telah memilih SMAN 2 Dompu sebagai Pilot Project Perubahan.

“Kepercayaan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berkontribusi dalam membangun lingkungan pendidikan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,” kata Hendro pada Lakeynews.com, usai acara.

Keluarga besar SMAN 2 Dompu, tambah Hendro, menyambut baik inisiatif gotong royong pembersihan sampah di belakang sekolah pada Minggu pagi. “Kegiatan ini sejalan dengan misi sekolah kami untuk menciptakan lingkungan bersih, hijau, dan inspiratif,” ungkapnya.

Hendro mengaku telah langsung menginstruksikan kepada seluruh siswa, guru, dan staf untuk turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan gotong royong tersebut.

“Kami akan upgrade sarana pendukung seperti tempat sampah terpilah, alat kebersihan, serta dokumentasi kegiatan sebagai bahan evaluasi dan sosialisasi lebih lanjut,” tandasnya.

Sebagai langkah awal, kata Hendro, pihaknya berkomitmen untuk tiga hal. Pertama, menjadikan kegiatan gotong royong ini sebagai momentum awal penguatan budaya disiplin dan peduli lingkungan.

Kedua, mengintegrasikan program pengelolaan sampah berkelanjutan ke dalam kurikulum dan ekstrakurikuler sekolah.

Dan, ketiga, membangun kolaborasi dengan pihak kelurahan, Dinas Lingkungan Hidup, serta komunitas lokal untuk mendukung keberlanjutan proyek ini.

Pada sisi lain, Hendro berharap, inisiatif ini tidak hanya berhenti pada kegiatan gotong royong. Lebih dari itu, kedepan dapat berkembang menjadi model sekolah berwawasan lingkungan yang menginspirasi sekolah lain di Kabupaten Dompu.

“Kami siap menjalankan peran ini dengan penuh tanggung jawab, dan terbuka terhadap masukan dari semua pihak,” kata Hendro yang pernah menjabat kepala SMAN 1 Hu’u dan kepala SMAN 3 Dompu ini. (tim)