Ketua Tim Kerja Peningkatan Mutu BGP NTB Dr. Ari Dahfid, Ketua KGP Kabupaten Dompu Ida Faridah, dan Asisten III Setda Dompu Ruslan (atas). Prosesi pengukuhan GP Reguler dan Rekognisi Angkatan 10 dan 11 oleh Asisten III Setda. (kolase/lakeynews.com)

 

GP Reguler dan Rekognisi Angkatan 10 dan 11 Dompu Dikukuhkan

 

DOMPU – Pengukuhan 72 Guru Penggerak (GP) Reguler dan dua GP Rekognisi Angkatan 10 dan 11 Kabupaten Dompu menjadi momen para GP Bumi Nggahi Rawi Pahu mencurahkan isi hatinya. Kegiatan itu berlangsung di Aula Pendopo Bupati Dompu, Kamis (23/1/2025).

Sungguh miris. Sumber daya manusia yang ada pada para GP dianggap bisa diandalkan dan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, namun Pemkab Dompu dinilai belum tertarik memberdayakannya secara maksimal. Bahkan, cenderung acuh dan mengabaikannya.

“Sudah banyak Guru Penggerak yang telah memenuhi syarat sesuai aturan dan ketentuan, namun belum diberdayakan oleh Pemkab Dompu untuk mengemban jabatan strategis seperti kepala sekolah dan pengawas sekolah,” kata Ketua Komunitas Guru Penggerak (KGP) Kabupaten Dompu Ida Faridah dalam sambutannya.

Dari 72 GP yang dikukuhkan Bupati Dompu yang diwakili Asisten III (Administrasi Umum) Setda Ruslan, 41 GP Angkatan 10, dan 31 GP Angkatan 11. Sedangkan dua orang GP Rekognisi yang juga dikukuhkan merupakan Fasilitator, Abdul Kharis (Kepala SMPN 4 Dompu), dan Kepala SMK Pusat Keunggulan Faturrahman (Kepala SMKN 1 Dompu).

Hadir pada pengukuhan tersebut Ketua Tim Kerja  Peningkatan Mutu Balai Guru Penggerak (BGP) NTB Dr. Ari Dahfid. Putra Kepala Samsat Dompu Afaruk ini, juga memberikan sambutan pada kegiatan yang dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat secara simbolis dan pemakaian selempang kepada 20 GP perwakilan Angkatan 10 dan 11.

Selain itu, tampak Kepala Cabang Dinas Dikbud Dompu Titik Nurhaidah, Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu diwakili Kabid PTK Taufik, para Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Pengajar Praktik, dan undangan lainnya.

Menurut Ida Faridah, sejak program GP diluncurkan, Kabupaten Dompu telah memiliki ratusan GP dari enam angkatan. Rinciannya, 55 GP Angkatan 2; 51 GP Angkatan 6; 15 GP Angkatan 8; 30 GP Angkatan 9; 41 GP Angkatan 10, dan 31 GP Angkatan 11.

“Jumlah ini bukan sekadar angka, melainkan representasi dari potensi besar yang siap membawa perubahan nyata dalam dunia pendidikan,” papar perempuan yang juga Ketua Daerah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Dompu ini.

Para GP ini telah melalui proses pembelajaran selama enam bulan secara daring dan luring, dibimbing fasilitator dan pengajar praktik berkompeten. Mereka telah dibekali pengetahuan, keterampilan manajerial, serta pengembangan karakter kepribadian dan sosial-emosional yang unggul.

Sayangnya, lanjut Ida, hal itu belum menarik perhatian Pemkab Dompu untuk memberdayakannya secara maksimal. Kedepan, pemerintah daerah, terutama Bupati dan OPD-OPD terkait diharapkan melirik dan memberdayakan para GP sesuai dengan kompetensinya.

“Jangan ragu memberikan amanah kepada mereka sebagai kepala sekolah atau pengawas sekolah. Jika kita ingin pendidikan maju dan visi-misi pendidikan tercapai, sumber daya manusia yang berkualitas harus diberi ruang untuk berkontribusi,” harapnya.

Kepada para GP Angkatan 10 dan 11 yang dikukuhkan, Ida mengingatkan bahwa ini bukan akhir segalanya, namun awal dari tanggung jawab besar yang menanti. GP menjadi agen perubahan.

“Mari kita buktikan, GP bukan hanya sebuah label, tetapi sebuah gerakan nyata yang berdampak. Jadilah teladan dalam sikap, pemikiran, dan tindakan. Semoga kehadiran kita memberikan manfaat besar bagi kemajuan dunia pendidikan di Dompu,” ajaknya.

Seremonial pembukaan pengukuhan GP Reguler dan Rekognisi Angkatan 10 dan 11 Kabupaten Dompu (atas-tengah). Pejabat terkait dan para GP pose bersama usai pengukuhan di Aula Pendopo Bupati. (kolase/lakeynews.com)

Indeks Pendidikan Dompu Masih Rendah

Ketua Tim Kerja Peningkatan Mutu BGP NTB Dr. Ari Dahfid, melontarkan kalimat-kalimat yang seirama dengan yang disampaikan Ida Faridah. Katanya, secara keseluruhan, jumlah GP di Kabupaten Dompu –baik reguler maupun rekognisi– telah mencapai 227 orang.

“Kalau para guru penggerak ini mampu didistribusikan dengan baik, akan memberikan dampak yang luar biasa bagi dunia pendidikan kita,” kata pria keturunan Dompu ini.

Menurut Ari, jika melihat indeks pendidikan berdasarkan rata-rata provinsi maupun nasional, Kabupaten Dompu masih rendah.

“Maka, selain peran pemerintah, sangat diharapkan dedikasi dan pengabdian yang tinggi dari para guru penggerak untuk peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Dompu,” pesannya.

 

Asisten III Setda: GP adalah SDM yang Bisa Diandalkan

Sementara itu, Asisten III (Administrasi Umum) Setda Dompu Ruslan yang mewakili Bupati Dompu mengharapkan para GP yang dikukuhkan dapat menjadi contoh, teladan dan panutan guru-guru yang lain. Siap mendedikasikan semua ilmunya untuk kemajuan pendidikan di daerah ini.

Kendati tidak spesifik menanggapi penilaian bahwa Pemkab Dompu belum maksimal memberdayakan GP-GP yang memenuhi syarat, Ruslan mengakui, guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran. Menerapkan merdeka belajar dan menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berpusat pada murid.

Guru penggerak, lanjutnya, menggerakkan komunitas belajar bagi guru di sekolah dan di wilayahnya, serta mengembangkan program kepemimpinan murid untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

“Program ini merupakan upaya untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila,” ungkap Ruslan.

Bukan itu saja. Ruslan juga merasa bangga karena guru penggerak bukan diangkat, tetapi dipilih dan diseleksi dengan baik. Dia mengakui, para guru penggerak memiliki kompetensi sumber daya manusia yang bisa diandalkan.

“Guru penggerak menjadi pemimpin pembelajaran, insan perubahan yang dapat mentransformasi pendidikan ke arah yang lebih baik,” pujinya.

Jika demikian pantaskah Pemkab Dompu masih mengabaikan SDM-SDM Guru Penggerak?

“Kita sama-sama tunggu dan lihat saja nanti. Bagaimana kebijakan Pemkab Dompu melalui pemerintahan barunya kedepan,” kata beberapa GP. (won)