Plt. Kalak BPBD Kabupaten Dompu Yani Hartono. (ist/lakeynews.com)

 

DOMPU – Banjir yang terjadi di Kabupaten Dompu pada Senin (20/1/2025) sore, tidak hanya mengakibatkan korban jiwa, seorang warga Desa Lepadi, Kecamatan Pajo meninggal dunia setelah terseret arus (Baca: 21 Jam Terseret Banjir, Warga Lepadi Dompu Ditemukan Meninggal). Sedikitnya 142 kepala keluarga (KK) juga terdampak, dan sekitar 35 hektare (Ha) areal pertanian terendam.

Informasi tersebut disampaikan Plt. Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu Yani Hartono pada Lakeynews.com, Selasa (21/1/2025).

“Rumah-rumah warga dan tanaman padi petani terendam air dengan ketinggian 0,5 sampai satu meter,” kata Yani yang juga Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Dompu itu.

Warga terdampak banjir tersebut, lanjut Yani, terdata di dua desa di dua kecamatan; Dompu dan Pajo. Di Desa Mbawi, Kecamatan Dompu terdapat 85 KK. Sedangkan di Desa Lepadi, Kecamatan Pajo sebanyak 57 KK.

“Totalnya warga terdampak ada 142 KK,” jelas mantan Sekretaris BPBD dan Kabag Prokopim Setda Dompu ini. “Kalau korban mengungsi, nihil,” sambung Yani.

Sedangkan puluhan Ha areal pertanian yang terendam air, menurut data BPBD, terjadi di Desa Mbawi dan sekitarnya. “35 Ha areal pertanian yang terendam banjir ada di wilayah Desa Mbawi dan sekitarnya,” tegasnya.

 

Langkah-langkah Penanganan

Disinggung langkah-langkah yang diambil pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Dompu, Yani menjelaskan, pihaknya melakukan assessment lebih detail pascabencana banjir.

Kemudian melakukan koordinasi dengan pihak TNI, Polri, Camat, Lurah dan Kepala Desa. Melakukan pencarian terhadap korban yang hanyut terbawa banjir, serta menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.

“Kebutuhan dasar warga terdampak dan mulai teratasi, antara lain, nasi bungkus atau makanan siap saji, selimut, pembersihan sisa banjir,” tutur Yani.

Situasi terakhir –setelah banjir surut, tambahnya, warga secara mandiri melakukan pembersihan sisa banjir.

“Kalau aparat (tim) yang terlibat di lapangan, ada TRC-PB BPBD Kabupaten Dompu, TNI, Polri, Basarnas, Camat, Lurah dan Kades, serta relawan dan masyarakat,” paparnya.

Sebagai informasi, sebelum terjadi banjir Senin sore, hujan turun dengan intensitas tinggi mulai sekitar pukul 13.35 sampai 17.45 Wita. Akibatnya, air sungai meluap dan merendam rumah-rumah warga, dan fasilitas lainnya. Ketinggian air antara 0,5 – 1 meter. (tim)