
Sekaligus Pecahkan Rekor, Juara Dunia Selancar Ombak Junior Indonesia Pertama
Catatan: Sarwon Al Khan, Dompu
SEJAK Sabtu (18/1/2025) lalu, nama Bronson Meydi, putra Lakey, Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) harum dan membahana. Tidak hanya di berbagai penjuru Indonesia, tapi juga di berbagai belahan dunia.
Pemuda kelahiran Lakey, 23 Mei 2004 yang kini berdomisili di Bali itu, merupakan atlet selancar ombak Indonesia dan menjadi raja baru surfing kategori junior di tingkat dunia.
Bronson berhasil merebut juara dunia Liga Surfing Dunia (World Surf League/WSL) World Junior Championship 2024 pada laga final yang digelar di Pantai Urbiztondo, San Juan, La Union, Filipina, Sabtu lalu.
Posisi juara disabetnya setelah menyingkirkan rivalnya, Winter Vincent, peselancar andalan Australia. Pada pertandingan final yang disiarkan langsung oleh WSL, Bronson mencetak total 18,80 poin. Sedangkan Winter Vincent hanya menorehkan total 17,84 poin.
Bronson merupakan putra tunggal pasangan Michael George Mcanliff (ayah) asal Australia dan Dewi Mandalika (ibu) dari Lakey, Hu’u.
Sayangnya, beberapa pertanyaan yang diajukan Lakeynews.com melalui pesan singkat ke nomor WhatsApp-nya belum sempat dibalas oleh Bronson.
Namun pada pihak WSL, Bronson mengaku, sejak awal tahun, dirinya menuliskan dan bertekad untuk memenangkan liga surfing yang diselenggarakan Badan Promosi Pariwisata Filipina ini. Dan, itu terbukti. Terjadi dan berbuah nyata.
“Saya menang di depan pendukung saya di sini, di Asia, rasanya cukup bagus,” kata Bronson dalam wawancara reporter WSL usai pertandingan final Kejuaraan Dunia Junior Selancar Ombak 2024 itu.

Sebagaimana diketahui, Winter lebih dulu mendominasi perlombaan dengan mencetak 8,77 poin pada ombak pertama. Kemudian pada ombak kedua mencetak lagi 9,07 poin. Sehingga, membuatnya unggul sementara.
Tetapi itu tidak berlangsung lama. Bronson sukses mematahkannya. Bronson dengan gemilang meraih nilai sempurna untuk ombak pertamanya. Dengan aksi aerial, Bronson mencetak 10,00 poin. Kemudian memperbesar keunggulannya dengan mengukir 8,800 poin pada ombak kedua.
Sebagai informasi, pada Kejuaran Dunia Junior Liga Selancar Dunia 2024 di Filipina ini, Indonesia menurunkan dua atlet putra, Bronson Meydi dan I Made Pajar Ariyana. Keduanya menempati peringkat tertinggi pada kategori Men’s Junior Tour Regional Asia.
Pelatih Kepala Timnas Surfing Indonesia Arya Subyakto memuji prestasi Bronson ini. Dia mengakui ini sangat luar biasa.
Menurutnya, untuk tampil di Liga Selancar Dunia yang berlangsung di Filipina ini, terlebih dulu mengikuti event junior di Asia. Hasilnya, Bronson meraih ranking pertama dan Pajar Ariyana di ranking kedua.
“Jadi mereka mendapatkan tiket untuk mengikuti event ini bukan karena wildcard,” tegas Arya, juga dilansir beberapa media online.
Pada Liga Selancar Dunia di Filipina, Bronson dan Pajar harus bersaing dengan 48 atlet selancar ombak dari 14 negara di Asia, Afrika, Australia-Oseania, Eropa, Hawaii, Amerika Latin, dan Amerika Utara.
Sayang, laju Pajar terhenti di babak 16 besar. Dia dikandaskan Winter yang kemudian disingkirkan oleh Bronson di final.

Lewati Kompetisi Dramatis, Bronson Dipastikan ke Challenger Series
Dikutip dari worldsurfleague.com (situs resmi WSL), pihak WSL mengakui, “pada hari kompetisi yang dramatis, kami menobatkan dua Juara Dunia Junior baru.” Yakni Bronson Meydi dari Indonesia untuk putra dan Luana Silva dari Brasil untuk putri.
Di final putra, Bronson Meydi mengukir sejarah sebagai Juara Dunia Junior Indonesia pertama. Pertandingan berlangsung seru, dengan Bronson memperoleh skor sempurna 10 untuk dua gerakan memutar balik yang hebat. Dan, memastikan kemenangan dengan alley oop 8,80 poin yang hebat, sehingga totalnya menjadi 18,80 poin.
“Gaya selancar bebas dan eksekusinya yang sempurna ditampilkan sepenuhnya. Terbukti tak terhentikan dalam pertarungan yang luar biasa ini,” demikian komentar WSL.
Sedangkan Luana Silva merebut gelar juara putri dengan skor di detik-detik terakhir dalam pertarungan sengit. Luana mendedikasikan kemenangan emosionalnya untuk mendiang sahabatnya, juga menandai momen besar bagi selancar Brasil.
Informasi yang diperoleh media ini, pascakejuaraaan dunia junior di Filipina ini, Bronson dipastikan akan bertanding di Challenger Series. Rencananya, kejuaraan tersebut (belum terkonfirmasi waktu dan tempatnya) diikuti lebih kurang 100 atlet selancar ombak terbaik dari lima benua.
PSOI Dampu Harapkan Event Selancar jadi Agenda Permanen Pemda
Dihubungi terpisah, Ketua Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Kabupaten Dompu Muhammad Ali, menyampaikan harapan besarnya pada Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu.
“Harapan saya, kedepan event selancar ombak ini menjadi agenda permanen dalam Program Pemda Dompu,” kata Owner Alis Bar Lakey – Hu’u itu pada Lakeynews.com, Minggu (19/1/2025).
Ali meyakini, dengan adanya event selancar di Pantai Lakey akan memompa Industri Pariwisata Kabupaten Dompu ke level yang sangat membahagiakan. Baik dari segi marketing, kualitas atlet peselancar Dompu, hingga akan mendongkrak PAD Kabupaten Dompu.
“Kami juga meyakini, adanya event selancar ombak akan lahir lebih banyak lagi atlet peselancar top dunia dari Dompu, terutama Lakey,” ungkap pria segar ini.
Tentang World Surf League (WSL)
Kembali mengutip informasi dari worldsurfleague.com, World Surf League (WSL) adalah rumah bagi kompetisi selancar dunia. Telah menobatkan Juara Dunia yang tak terbantahkan sejak 1976. Juga telah menampilkan peselancar terbaik dunia di ombak terbaik dunia.
WSL terdiri dari divisi Tours and Competition, yang mengawasi dan mengelola lebih dari 180 kompetisi global setiap tahun.
Ada WSL WaveCo, rumah bagi ombak buatan manusia berkinerja tinggi terbesar di dunia. Juga WSL Studios, produser independen untuk proyek-proyek yang ditulis dan tidak ditulis. (*)
