
DOMPU – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Dompu mengajak dan mengimbau segenap masyarakat Bumi Nggahi Rawi Pahu untuk sama-sama membangun rekonsiliasi tatanan kehidupan pasca-Pilkada 2024.
Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Zulkarnain mengatakan, terkait kemungkinan saling mengunjungi pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Dompu –seperti yang terjadi di kabupaten/kota dan provinsi lain– merupakan urusan internal masing-masing Paslon. Pihaknya tidak bisa menginisiasi atau memmfasilitasi.
Ajakan MUI Dompu itu itu tetuang dalam Imbauan Rekonsiliasi Nomor: 27/MUI-DPU/XI/2024, tanggal 29 November 2024. Ditandatangani Ketua Umum Dewan Pimpinan (DP) MUI Kabupaten Dompu H. Mokh. Nasuhi dan Sekretaris Umum Tirmizi.
MUI Dompu mengakui, Pilkada Serentak 2024, termasuk di Kabupaten Dompu, masih menyisakan residu politik, baik di tingkat elit maupun masyarakat umum. Karena itu dipandang penting dibangun rekonsiliasi yang kokoh.
“Rekonsiliasi politik pasca-Pilkada sangatlah penting. Tujuannya, agar pemerintahan daerah lima tahun kedepan berjalan dengan baik,” kata Nasuhi dikutip Lakeynews.com dari imbauan tersebut.
Sedikitnya tujuh poin imbauan DP MUI Kabupaten Dompu:
Pertama, mempersatukan kembali berbagai kelompok masyarakat yang berbeda pilihan dengan menciptakan perdamaian dan harmoni dalam membangun stabilitas di tengah perbedaan.
Kedua, persatuan dalam keberagaman dengan menjaga perdamaian dan prinsip saling melindungi dalam kehidupan sehari-hari.
Ketiga, menciptakan kepercayaan di antara berbagai kelompok masyarakat agar semua merasa dilibatkan dalam sistem yang menjunjung tinggi keadilan.
Keempat, mengutamakan prinsip keadilan, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau terpinggirkan.
Kelima, membangun persatuan berdasarkan rasa tanggung jawab kolektif yang disertai dengan komitmen bersama untuk bekerja sama dalam membangun daerah, terlepas dari perbedaan pilihan politik selama proses Pemilukada.
Keenam, menghapus perbedaan dengan menciptakan harmoni di tengah keberagaman dalam menata langkah strategis untuk membangun persatuan yang berkelanjutan.
Ketujuh, membangun bersama Bumi Nggahi Rawi Pahu tanpa memandang perbedaan pilihan.

Kedewasaan Berpolitik
Pada sisi lain, beberapa hari terakhir muncul perbincangan terkait kedewasaan berpolitik pasangan calon kepala daerah maupun masyarakat di kabupaten/kota dan provinsi lain.
Kadang Paslon yang unggul perolehan suara dukungan mengunjungi (mendatangi) Paslon lain. Kadang juga Paslon yang lebih rendah dukungan mendatangi Paslon yang unggul.
Kedewasaan berpolitik Paslon cukup memengaruhi sikap positif di tingkat pendukung dan simpatisan para Paslon tersebut.
Namun, pengamatan media ini di Pilkada Dompu, sejauh ini belum terendus kemungkinan dua Paslon untuk saling bersilaturahmi. Baik pasangan Bambang Firdaus – Syirajuddin (Nomor Urut 1) maupun pasangan H. Kader Jaelani – H. Syahrul Parsan (Nomor Urut 2).
Mungkinkah pihak keamanan seperti kepolisian memfasilitasi atau menginisiasi pertemuan kedua Paslon tersebut?
“Itu urusan internal masing-masing Paslon. Inisiatif mereka sendiri. Kami (kepolisian, red) tidak memfasilitasi atau menginisiasinya,” kata Kapolres Dompu AKBP Zulkarnain saat dicegat wartawan depan Kantor KPU Kabupaten Dompu, Senin (2/12/2024).
Tanggapan itu disampaikan Kapolres usai menghadiri pembukaan Rapat Pleno Terbuka Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB serta Bupati dan Wakil Bupati Dompu 2024 yang berlangsung di Aula KPU. (tim)
