
DOMPU – Bagaimana “nasib” Debat Publik Kedua Pilkada Dompu 2024? Digelar atau tidaknya debat lanjutan bagi dua Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Periode 2024-2024 akan ditentukan hari ini, Selasa (19/11/2024).
Informasi tersebut diperoleh Lakeynews.com dari Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM KPU Kabupaten Dompu Yusuf.
“Insya Allah, Selasa besok, KPU Provinsi NTB akan berkoordinasi dengan Kapolda NTB dan Danrem 162 Wira Bhakti,” kata pria yang akrab disapa Sandhi itu pada Senin (18/11/2024) malam.
Baca juga: Kepastian Debat Kedua Pilkada Dompu, Ketua KPU: Tunggu Hasil Konsultasi Kami dengan Provinsi
Diketahui, Minggu (17/11/2024) sore lalu, Sandhi bersama Ketua KPU Dompu Arif Rahman bertolak ke Mataram untuk berkonsultasi dan berkoordinasi dengan KPU NTB, berikut Kapolda dan Danrem terkait agenda Debat Publik Kedua Paslon Bupati/Wabup Dompu.
Dua Paslon Bupati/Wabup Dompu yang bertarung pada Pilkada kali ini; Bambang Firdaus – Syirajuddin (Nomor Urut 1), dan H. Kader Jaelani – H. Syahrul Parsan (Nomor Urut 2).
Meski sudah dijadwalkan debat kedua tersebut dilaksanakan pada Kamis, 21 November 2024, namun KPU Dompu belum memastikan digelar atau tidak.
Demikian halnya (jika debat jadi dilakukan) apakah peserta/pendukung kedua Paslon akan dihadirkan atau tidak, termasuk jumlahnya, juga belum dipastikan.
Catatan media ini, termasuk hasil wawancara dengan ketua KPU Dompu sebelumnya, rencana debat kedua menjadi seribet ini dipicu oleh suasana debat pertama yang tidak kondusif.
Debat perdana di Pendopo Bupati pada 11 November lalu, diwarnai kegaduhan. Debat berlangsung dalam suasana panas dan penuh ketegangan.
Pemicunya, antarkubu Paslon saling sindir, termasuk menyinggung hal-hal pribadi yang dilarang dalam tata tertib debat. Sehingga mendapat reaksi keras dari pendukung paslon yang tersinggung.
Parahnya, peristiwa itu terjadi dalam kegiatan yang disiarkan secara langsung oleh TVRI dan disaksikan masyarakat seluruh penjuru negeri Indonesia.
Di arena debat, Pjs. Bupati Baiq Nelly Yuniarti bersama unsur Forkopimda, pejabat terkait dan undangan lainnya menyaksikan dengan mata kepala kejadian itu. “Memalukan sekali,” beberapa undangan saat itu.
Hari-hari setelah debat itu, terjadi beberapa peristiwa pelemparan yang teridentifikasi dilakukan kubu-kubu pendukung Paslon tertentu kepada Paslon lain. Semuanya, menambah panjang deretan peristiwa dan membuat suasana damai Pilkada Dompu terganggu, bahkan tercoreng.
Penyelenggara Pilkada (KPU dan Bawaslu), Pemda, Polri, TNI dan berbagai pihak, tidak ingin hal itu terulang lagi.
Karena itu, sebelum memutuskan dan memplenokan digelar-tidaknya debat publik kedua dan agar tidak mengambil keputusan yang salah, KPU Dompu melakukan konsultasi ke pihak KPU Provinsi NTB, Kapolda NTB dan Danrem 162/WB.
Senin (18/11/2024), Ketua KPU Kabupaten Dompu Arif Rahman Komisioner KPU Yusuf (Sandhi) menemui, berkonsultasi dan berkoordinasi dengan KPU Provinsi NTB.
Dalam pertemuan tersebut, Arif dan Sandhi menyampaikan banyak hal. Antara lain, hasil evaluasi debat pertama, hasil koordinasi dengan Pjs Bupati, Kapolres, Dandim, serta hasil pertemuan dengan pihak dua Paslon Bupati/Wabup.
“Sesuai jenjang, maka Selasa besok, rekan-rekan KPU provinsi yang akan berkoordinasi dengan Kapolda dan Danrem,” papar Sandhi. (won)
