
Tingkatkan Kompetensi Guru, Siswa-siswi pun Merasa Asyik dan Senang
DOMPU – Sederet upaya yang sudah dan sedang dilakukan SMAN 3 Dompu sebagai bagian dari gerakan transformasi pendidikan untuk mendongkrak kualitas pendidikan di sekolah itu.
Salah satunya, mengoptimalkan peran Komunitas Belajar (Kombel) SMAN 3 Hebat. Atau, lebih dikenal dengan sebutan “Kombel SMANTI Hebat”.
“Ini sebagai wadah peningkatan kompetensi guru di sekolah kami,” kata Kepala SMAN 3 Dompu Eva Patriani pada Lakeynews.com, Rabu (18/9/2024).

Eva kemudian menyebut di antara inovasi optimalisasi Kombel ini, ada kegiatan lesson study.
(Dari beberapa literasi, lesson study merupakan model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan saling membantu untuk membangun masyarakat belajar, red).
Pola ini, menurut Eva, dilakukan melalui tiga tahap yaitu do, plan, dr and see. Yakni perencaan, pelaksanaan, dan refleksi.
Dengan cara ini, kata Eva, guru-guru Smanti Dompu secara kolaboratif membahas dan mendiskusikan perencanaan pembelajaran, mengobservasi pelaksanaan pembelajaran, dan refleksi pembelajaran.
“Kegiatan ini sangat terasa efeknya, baik pada guru maupun untuk murid,” jelas mantan kepala SMAN 1 Woja ini.
Sebagai kepala sekolah sekaligus penggerak Kombel, Eva berharap melalui kegiatan ini ada peningkatan yang signifikan kompetensi guru. “Saya juga berharap ada efek yang sigifikan untuk murid,” ujarnya.
Dijelaskan Eva, kegiatan ini telah dimulai pada akhir Juli 2024 lalu. “Ini akan kontinyu kita laksanakan dengan target refleksi Kombel sekali seminggu,” papar wanita berhijab yang dikenal tegas namun lugas ini.

Pengakuan Guru dan Siswa
Beberapa guru dan siswa Smanti Dompu pada media ini menyampaikan testimoni terkait pola dan metode kegiatan pembelajaran di sekolah tersebut.
Salah seorang guru, Ida Faridah mengakui, sejak pola lesson study dikembangkan di Smanti Dompu, sangat dirasakan perubahan yang signifikan dalam peningkatan kompetensi guru.
Lesson study memberikan ruang bagi para guru untuk secara kolaboratif merancang, mengamati dan merefleksikan proses pembelajaran.
“Sehingga, dengan demikian, kami dapat terus memperbaiki metode pembelajaran berdasarkan hasil refleksi dari umpan balik rekan sejawat (sesama guru),” tuturnya.

Yang tak kalah berharga dari proses ini, kesempatan belajar dari rekan sejawat. “Kami dapat memahami strategi yang lebih efektif dalam menghadapi tantangan di kelas,” sambung Ida.
Bukan itu saja. Pengalaman saling berbagi dan memberikan umpan balik yang kontruktif membuat guru-guru Smanti Dompu lebih terbuka terhadap perbaikan keberlanjutan.
“Pola ini jug mendorong rasa percaya diri dalam menerapkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan relevan untuk kebutuhan murid,” tambahnya.

Apakah yang disampaikan Eva Patriani dan Ida Faridah tersebut sesuai dengan kenyataan?
Beberapa siswa Smanti Dompu yang ditemui media ini secara terpisah membenarkannya. Salah seorang diantaranya, Farhan. Siswa Kelas XII itu merasa pembelajaran saat ini lebih menyenangkan.
“Ice breaking-nya seru dan siswa berdiskusi kelompok. Sehingga, siswa rileks, aktif, dan penuh semangat,” ujarnya.
(Ice breaking adalah serangkaian aktivitas atau permainan ringan yang dilakukan untuk mencairkan suasana dan memecah kebekuan dalam suatu acara atau pertemuan, red).
Hal senada disampaikan Aulia, siswi Kelas X. “Saya merasakan pembelajaran sekarang lebih asyik dan menyenangkan. Ada ice breaking, ada game, dan juga ada diskusi kelompok. Saya jadi makin semangat belajar,” ujarnya. (tim)
