
JAKARTA – Sehari setelah terpilih sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia langsung mengumumkan struktur baru kepengurusan periode 2024-2029, khususnya beberapa pengurus inti.
Diketahui, Bahlil terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI Golkar yang diselenggarakan di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2024).
Sedangkan pengumuman kepengurusan inti tersebut dilaksanakan di Gedung DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (22/8/2024).
Menariknya, di antara pengurus inti yang baru itu, ada nama wanita dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Yakni Hj. Sari Yulianti, anggota DPR RI 2019-2024 Dapil NTB 2 (Pulau Lombok) dari Golkar.
Sari yang merupakan eks menantu mantan Gubernur NTB H. Harun Al Rasyid itu dipercaya oleh Bahlil sebagai Bendahara Umum (Bendum). Pada kepengurusan DPP Golkar sebelumnya, perempuan kelahiran 2 Juni 1976 itu adalah Korwil Bali-Nusra.

Selengkapnya berikut nama-nama pengurus inti yang diumumkan Bahlil:
Ketua Umum: Bahlil Lahadalia.
Wakil Ketua Umum: Ace Hasan Syadzily, Adies Kadir, Emanuel Melki Laka Lena, dan Wihadji.
Sekretaris Jenderal: M. Sarmuji.
Wakil Sekjen: Putri Komaruddin.
Bendahara Umum: Hj. Sari Yulianti.
Wakil Bendum: Diah Roroh Esti.
Ketua Dewan Pembina: Agus Gumiwang Kartasasmita.
Menurut Bahlil, pengumuman ini merupakan salah satu langkah penting dalam konsolidasi internal partai pasca dia terpilih sebagai Ketum yang baru.
Struktur kepengurusan yang ini bersifat terbatas. Fokus pada pengisian posisi-posisi kunci yang diperlukan untuk memenuhi ketentuan perundang-undangan.
“Hari ini saya mengumumkan beberapa pengurus terbatas aja dulu, sebagai syarat untuk sementara yang kami harus lakukan dalam rangka memenuhi ketentuan perundang-undangan,” ujarnya.
Pengisian posisi lain lanjutnya, akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan partai dan dinamika politik yang berkembang.
Namun demikian, Bahlil menegaskan untuk kepengurusan lengkap akan diselesaikan secepatnya. “Struktur selengkapnya akan diselesaikan secepat-cepatnya dan dalam waktu tempo sesingkat-singkatnya,” tandasnya.
Dijelaskan Bahlil, penyusunan pengurus inti ini mempertimbangkan berbagai aspek strategis. Termasuk kebutuhan partai untuk tetap relevan dan kompetitif di kancah politik nasional.
Selain itu, mencerminkan komitmen Bahlil untuk membawa Golkar ke arah yang lebih dinamis dan siap menghadapi tantangan politik lima tahun kedepan. (won)
