
Gaziamansyuri: Kado Istimewa HUT ke-79 RI untuk Pemerintahan AKJ-Syah
–
DOMPU – Sekitar Rp. 14,1 miliar Dana Alokasi Khusus Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK PPKT) Tahun Anggaran 2025 akan mengalir ke Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasarkan hasil akhir Tim Penilai DAK PPKT melalui aplikasi Krisna, dana Rp. 14,1 miliar itu mencakup beberapa aspek. Rinciannya; Aspek Perumahan, Drainase dan Jalan Lingkungan Rp 10,6 miliar (terbesar). Kemudian, Aspek Sanitasi Rp. 2,1 miliar, dan Aspek Air Minum Rp. 1,4 miliar.
“Ini kado istimewa HUT ke-79 RI untuk Pemerintahan AKJ-Syah (Bupati Dompu H. Kader Jaelani dan Wakil Bupati H. Syahrul Parsan, red). Terima kasih kepada TIM DAK PPKT Kabupaten Dompu TA 2025,” kata Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu H. Gaziamansyuri pada Lakeynews.com, Sabtu (17/8/2024) malam.
Sekadar diketahui (dari beberapa referensi), DAK PPKT adalah program Dana Alokasi Khusus Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu. Program ini merupakan program pemerintah terintegrasi. Tujuannya, memperbaiki kualitas permukiman dengan menyediakan akses air minum, sanitasi, perumahan, dan prasarana sarana permukiman. Program DAK PPKT juga mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan lainnya.
DAK adalah dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.
Menurut Gaziamansyuri, proses seleksi DAK PPKT 2025 dimulai Maret 2024. Sebelumnya, pada 2023, Pemkab Dompu mengusulkan hal yang sama ke pemerintah pusat untuk 2024, namun belum mampu menembus.
Tim Kolaboratif Kabupaten Dompu yang terdiri dari; Bappeda dan Litbang, Dinas Perkim, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kantor BPN Kabupaten Dompu, melakukan refleksi atas kegagalan pengusulan 2024 itu.
“Kita melakukan refleksi kegagalan tersebut dengan mengganti kawasan kumuh yang diusulkan dari Desa Soro Barat ke Desa Soro, Kecamatan Kempo,” ungkap Gaziamansyuri.
Seleksi DAK PPKT 2025 diikuti 128 Kabupaten/Kota se-Indonesia. Daerah-daerah yang telah memiliki dokumen perencanaan terkait.
Berdasarkan penilaian seleksi pertama, awal Juli 2024, dari 128 daerah, sebanyak 2/3 daerah gugur. “Hanya 46 daerah yang lolos,” sebutnya.
Kemudian pada seleksi tahap dua, akhir Juli, tersisa 42 daerah. Dan, seleksi tahap tiga (terakhir), pertengahan Agustus 2024, hanya sedikit yang lolos. “Salah satunya daerah kita, Kabupaten Dompu,” jelas Gaziamansyuri.
Diakuinya, keberhasilan ini merupakan hasil perjuangan keras, kerja kolaboratif nan kompak tanpa kenal lelah, dan satu komando dari Tim Kerja Kolaborasi Pengusulan DAK PPKT Kabupaten Dompu. Seperti disebutkan di atas; Bappeda dan Litbang, Dinas Perkim, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, dan BPN.
“Insya Allah pencapaian ini akan dilaporkan secara resmi kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Dompu. Dan, akan segera dilakukan press release,” ujarnya. Hal yang sama juga disampaikan di WAG LakeyNews sebelumnya.
Penyampaian Gaziamansyuri itu, diperkuat Kabid Faspra Bappeda dan Litbang, David.
“Kabupaten Dompu adalah satu-satunya kabupaten/kota di NTB yang lolos seleksi dan akan mendapat alokasi DAK PPKT 2025 ini,” ujar David. (tim)
