Banjir yang melanda Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Jumat (9/2/2024). Kapolres AKBP Zulkarnain dan jajaran ikut meninjau lokasi banjir. (ist/kolase/lakeynews)

DOMPU – Sejak tadi malam (Jumat, 9/2/2024), ratusan kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, mendapat bantuan tanggap darurat dari Pemda.

Selanjutnya, Sabtu pagi ini, Pemda bersama sejumlah pihak dan warga setempat bergotong royong melakukan bersih-bersih.

Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Dompu Gatot Gunawan PP pada Lakeynews melalui pesan WhatsApp, pagi ini.

Sekda Kabupaten Dompu Gatot Gunawan PP. (dok/lakeynews)

Hujan deras yang disertai petir dan kilatan kemarin sore mengakibatkan banjir di Desa Bara. Air sungai dengan ketinggian sekitar 50 Cm hingga satu satu meter meluap dan merendam rumah-rumah warga.

“Beberapa rumah dan fasilitas umum rusak, tembok lapangan desa juga roboh,” kata Sekda Gatot.

Sekda kemudian merinci data sementara akibat banjir itu. Sedikitnya ada 600 KK terdampak, tiga warga luka-luka dan dilarikan ke Puskesmas, dua rumah warga rusak sedang, pagar lapangan Desa Bara sepanjang sekitar 30 meter roboh, satu masjid dan satu Polindes terendam lumpur tebal.

Langkah awal dalam penanganan pascabanjir tersebut, lanjut Sekda Gatot, sudah dilakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan.

Kalak BPBD Kabupaten Dompu H. Tajuddin HIR, perwakilan Dinsos dan Camat Woja Edison, menyalurkan bantuan tanggap darurat di Desa Bara, Jumat (9/2/2024) malam). (ist/kolase/lakeynews)

“Tadi malam dilakukan pendistribusian nasi bungkus, mie instan, air mineral dan bantuan darurat lainnya dari Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bagi warga terdampak banjir,” jelas Sekda.

Pagi ini, kata Sekda, dilakukan bersih-bersih lumpur dan sampah di masjid, Polindes dan pemukiman warga.

Baik sejak kemarin sore maupun dalam aksi pagi ini, penangan pascabanjir melibatkan tim dari BPBD, TNI, Polri, Tagana Dinsos, pemerintah desa dan kecamatan, serta masyarakat setempat dan relawan.

“Kebutuhan mendesak bagi warga terdampak adalah makanan siap saji dan pembersihan sedimen lumpur,” ungkap Sekda. (tim)