Kepala Distanbun Kabupaten Dompu Muhammad Syahroni (kiri) ketika memonitoring pertanaman jagung di sejumlah wilayah. Antara lain di Desa Malaju (kanan) dan Desa Lasi, Kecamatan Kilo. (ist/kolosa/lakeynews)

DOMPU – Meski curah hujan di beberapa wilayah Kabupaten Dompu cukup tinggi bahkan ada yang sampai mengalami banjir, namun beberapa wilayah lain masih dilanda kekeringan. Akibat kekeringan itu, sekitar 2.893 hektare (Ha) tanaman jagung pada musim tanam satu (MT 1) 2024 terancam gagal panen.

Hasil pendataan dan pengamatan langsung pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu pada pertanaman komoditi jagung sampai 9 Febuari 2024, kondisi realisasi tanam sudah mencapai 47.082 Ha.

Namun, menurut Kepala Distanbun Muhammad Syahroni, pertumbuhan tanaman jagung di beberapa wilayah sedikit terganggu. Wilayah-wilayah itu mengalami kekeringan akibat intensitas curah hujan yang sangat rendah.

Lahan pertanaman jagung yang terancam gagal panen di Songgaja, Kecamatan Kempo. (ist/kolosa/lakeynews)

“Dikhawatirkan di wilayah-wilayah tersebut terancam gagal panen,” ujar Kadistanbun yang akrab disapa Dae Roni itu pada Lakeynews, Sabtu (10/2/2024) pagi tadi.

Diakui Syahroni, sejak awal Januari lalu, sebenarnya akibat minimnya curah hujan, hampir semua kecamatan terancam kekeringan. “Cuma pada beberapa wilayah sedikit terbantu dengan adanya hujan beberapa waktu terakhir,” jelasnya.

Hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan Distanbun pekan lalu, kendati beberapa wilayah tertentu sudah turun hujan, namun beberapa wilayah lain masih mengalami kekeringan dan dikhawatirkan berdampak pada gagal panen.

Kepala Distanbun Kabupaten Dompu Muhammad Syahroni bersama rombongan meninjau tanaman jagung di Desa Kesi, Kecamatan Kempo. (ist/kolosa/lakeynews)

“Hasil pemantauan lapangan, wilayah yang masih dilanda kekeringan dan relatif terancam gagal panen adalah Kecamatan Kilo dan Kempo,” ungkap Syahroni.

Disebutkan, di Kecamatan Kempo, luas tanaman jagung yang terancam gagal panen sekitar 575 Ha, dengan rincian; Songgaja 95 Ha, Tolokalo 390 Ha dan Soro 90 Ha.

Sementara untuk Kecamatan Kilo, total lahan jagung terancan gagal panen seluas 2.318 Ha. Rinciannya; Desa Mbuju 35 Ha, Malaju 325 Ha, Kiwu 1.125 Ha, Kramat 246 Ha, dan Lasi 584 Ha.

“Sehingga total pertanaman jagung yang terancam gagal panen akibat kekeringan di Kabupaten Dompu seluas 2.893 Ha,” tegas Syahroni. (won/adv)