DOMPU – Secara umum, pendistribusian pupuk bersubsidi kuota 2024 ke kecamatan-kecamatan di Kabupaten Dompu, hingga Kamis (11/1/2024) pagi ini berjalan sesuai harapan.
“Untuk sementara ini masih berjalan kondusif,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu Muhammad Syahroni pada Lakeynews, pagi ini.
Diakuinya, pelaksanaan pendistribusian pupuk ini tidak semulus yang diharapkan awal. Beberapa oknum di wilayah tertentu menghadang truk pengangkut pupuk dan hendak melakukan penjarahan.
“Tapi dapat diatasi dengan pengawalan oleh pihak aparat keamanan, APH (aparat penegak hukum) saat pendistribusian pupuk sampai ke Lini IV (pengecer, red),” ungkap pria yang akrab disapa Dae Roni itu.
Sejak Senin (8/1/2024) lalu hingga hari ini, jelas Syahroni, total pupuk subsidi yang telah disalurkan (oleh para distributor ke pengecer) sebanyak 775 Ton.
Dia kemudian merinci wilayah-wilayah yang sudah, sedang dan akan disasar penyaluran pupuk subsidi ini. Yang telah dilakukan pendistribuian sampai kemarin, Kecamatan Woja, Hu’u, Pekat, Dompu, dan Pajo.
Namun untuk Kecamatan Dompu dan Pajo, karena terkait teknis, pendistribusiannya dilakukan hari ini bersamaan dengan Kecamatan Kempo.
“Yang belum dan akan segera menyusul, pendistribusian pupuk subsidi untuk Kecamatan Manggelewa dan Kilo,” papar Syahroni.
Targetnya, sampai kapan penyaluran pupuk ini dilakukan?
“Target kita sampai kebutuhan petani untuk musim tanam pertama ini terpenuhi,” jawab Syahroni diplomasi.
Disinggung kendala dihadapi dalam pendistribusian dan upaya mengatasinya, Syahroni mengungkap, masih adanya masyarakat petani di luar RDKK (Rencana Definitif Kebutuhn Kelompok) yang menuntut pupuk subsidi.
Selain itu, adanya penghadangan oleh oknum masyarakat tertentu, sehingga kadang menghambat (terkendala) penyaluran.
“Kemudian adanya kendala terkait aturan dan regulasi terbaru dari Kementan dalam penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani,” tutur Syahroni. (tim/adv)

One thought on “775 Ton Pupuk Subsidi Tersalurkan di Dompu, Syahroni: Tinggal Dua Kecamatan”