Kepala Distanbun Kabupaten Dompu Muhammad Syahroni, saat rapat dengan stakeholder terkait yang salah satunya membahas masalah pupuk bersubsidi. (ist/lakeynews)

Pemda, Distributor, Pengecer dan Petani Diharapkan Lakukan Hal Ini

DOMPU – Pupuk bersubsidi selalu menjadi masalah yang muncul setiap tahun di Kabupaten Dompu. Selain langka, juga mahal. Juga kerap diwarnai dugaan penyelewengan oleh oknum-oknum tertentu dalam pendistribusiannya.

Meminimalisir kemungkinan masalah yang sama kembali terjadi tahun ini, Pemda Dompu melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) mengambil beberapa langkah. Termasuk upaya agar mendapat penambahan realokasi.

Kepala Distanbun Kabupaten Dompu Muhammad Syahroni, ketika dikonfirmasi terkait permasalahan dan kondisi pupuk subsidi, menguraikan beberapa hal.

“Per 19 Desember 2023 lalu, realisasi penyaluran pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Dompu sudah mencapai 99,4 persen,” kata Dae Roni (sapaan akrab Muhammad Syahroni) pada Lakeynews, Rabu (3/1/2024) malam.

Baca juga: Ini Taget dan Realisasi Tanam Komoditi Tanaman Pangan Dompu Oktober 2023 – Maret 2024

Dijelaskan, beberapa waktu lalu, Pemda/Distanbun Dompu berjuang agar ada penambahan realokasi pupuk bersubsidi bagi daerah bermoto “Nggahi Rawi Pahu” ini. Hasilnya, Dompu mendapat tambahan realokasi 4.060 ton.

Secara administrasi sudah lengkap, persyaratan dan lainnya sudah terpenuhi. Namun, informasi terakhir, tambahan realokasi pupuk 4.060 ton itu kemungkinan peluang terpenuhinya kecil.

Menyapa? Apa kendala atau masalahnya?

“Selain karena portal sistem aplikasi e-Alokasi belum juga dibuka, juga hitungan tahun anggaran 2023 tinggal menyisakan beberapa hari,” jawab Dae Roni.

Bukan hanya itu masalahnya. Masalah lain adalah sejumlah titik pertanaman di beberapa wilayah sudah dan akan segera membutuhkan pupuk. Sementara, realita di lapangan stok pupuk semakin menipis, bahkan habis.

Bagaimana langkah untuk mengatasinya?

Terkait hal tersebut, papar Dae Roni, beberapa hari lalu dilakukan pertemuan dengan stakeholder terkait. Kesimpulan rapat, disepakati bahwa pihak produsen dan distributor akan segera menyetok pupuk di tingkat pengecer dari kuota pupuk 2024 yang informasinya akan terbit dalam minggu ini.

Hal tersebut akan terlaksana dengan catatan, pihak Pemda Dompu (diharapkan) mengeluarkan surat Bupati/Sekda yang ditujukan kepada produsen. Produsen diminta agar segera menyetok lebih awal kaitan dengan pupuk bersubsidi alokasi 2024.

“Sehingga, dengan demikian, awal 2024 mendatang, pupuk urea yang memang sedang dan sangat dibutuhkan petani, bisa langsung tersalurkan,” tandas Dae Roni.

Di lain pihak, Kadistanbun menyarankan kepada para petani agar dalam penggunaan pupuk tepat sasaran, tepat waktu dan tepat dosis. “Hal ini mengingat pada transisi pergantian tahun (dari 2023 ke 2024) stok pupuk sangat terbatas,” katanya mengingatkan.

Masih soal keterbatasan pupuk. Para pengecer dan distributor diharapkan benar-benar bisa mengatur penjadwalan penyaluran pupuk dengan prioritas pada yang memang benar-benar membutuhkan.

“Awal Januari 2024, Insya Allah kondisi dan stok pupuk akan kembali normal,” tutur Dae Roni. (ayi/adv)