Kepala Bappeda & Litbang Kabupaten Dompu H. Gaziamansyuri, M.Ap. (ist/lakeynews)

Stunting Diturunkan dengan Delapan Aksi Konvergensi

MENGINTEGRASIKAN dan menyelaraskan sumber daya untuk mencapai tujuan pencegahan dan penurunan stunting, Pemkab Dompu melakukan upaya konvergensi. Langkah ini untuk percepatan pencegahan dan penurunan stunting mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga pemantuan dan evaluasi.

Kepala Bappeda & Litbang Kabupaten Dompu H. Gaziamansyuri, M.Ap mengungkapkan delapan Aksi Konvergensi untuk percepatan penurunan stunting di daerah ini.

Aksi pertama, melakukan identifikasi sebaran stunting, ketersediaan program, dan kendala dalam pelaksanaan integrasi intervensi gizi.

Aksi kedua, menyusun rencana kegiatan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi gizi.

Aksi ketiga, menyelenggarakan rembuk stunting tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa dan kelurahan.

Aksi keempat, memberikan kepastian hukum bagi desa untuk menjalankan peran dan kewenangan dalam intervensi gizi terintegrasi.

Aksi kelima, memastikan tersedianya dan berfungsinya kader yang membantu pemerintah desa dalam pelaksanaan intervensi gizi terintegrasi di tingkat desa.

Aksi keenam, meningkatkan sistem pengelolaan data stunting dan cakupan intervensi di tingkat kabupaten.

Aksi ketujuh, melakukan pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak Balita dan publikasi angka stunting kabupaten. Dan,

Aksi kedelapan, melakukan review kinerja pelaksanaan program dan kegiatan terkait penurunan stunting selama satu tahun terakhir.

Berita sebelumnya: Progres Penurunan Stunting Kabupaten Dompu 2023 (1)

Sebagaimana diamanatkan di dalam Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Indonesia (RAN PASTI) Tahun 2021-2024, ada empat ruang lingkup pemantauan, evaluasi, dan pelaporan.

Ketika berbicara dalam “Rakor Teknis Penurunan Stunting” di Gedung PKK Kabupaten Dompu pada 23 November 2023, Gaziamansyuri menyebut empat ruang lingkup tersebut sebagai berikut;

  • Pencapaian target nasional prevalensi Stunting
  • Pencapaian target antara prevalensi Stunting
  • Pencapaian target indikator pelaksanaan 5 (lima) pilar dalam strategi nasional percepatan penurunan Stunting. Dan,
  • Pencapaian target indikator RAN PASTI Tahun 2021-2024.

Gaziamansyuri kemudian menguraikan beberapa hal terkait upaya Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia, termasuk di Kabupaten Dompu.

Pemantauan (monitoring)

Pemantauan (monitoring) dapat didefinisikan sebagai sebuah fungsi berkelanjutan yang bertujuan dasar untuk memberikan informasi kepada manajemen, pengelola program/kegiatan atau stakeholders, baik tentang indikasi perkembangan/kemajuan, maupun kemandekan/hambatan yang ditemui dalam proses pelaksanaan intervensi atau pencapaian tujuan intervensi.

Evaluasi

Evaluasi merupakan penilaian yang sistematis dan objektif atas kebijakan, program/kegiatan atau intervensi, baik dalam proses perencanaan, proses pelaksanaan, maupun pada saat intervensi telah selesai dilaksanakan.

Pelaporan

Pelaporan merupakan salah satu bentuk proses penyajian dari suatu fakta/data yang dibutuhkan mengenai suatu keadaan pada program/kegiatan. Fungsinya, sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban, sebagai alat untuk menyampaikan informasi, sebagai alat pengawasan, bahan penilaian, serta sebagai salah satu materi dalam proses pengambilan keputusan.

Waktu Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan

Dijelaskan Gaziamansyuri, kegiatan pemantauan ini dilaksanakan setiap enam bulan sekali (dua kali setahun). Atau, sewaktu-waktu apabila diperlukan.

Pelaporan (data/informasi serta hasil pemantauan dan evaluasi) disampaikan 15 hari setelah periode semester berjalan, dengan ketentuan:

1. Semester pertama (dari Januari sampai Juni), dilaporkan pada setiap tanggal 15 Juli.

2. Semester kedua (dari Juli sampai Desember), dilaporkan pada tanggal 15 Januari (tahun berikutnya). (tim/adv)