Kadis Dikpora Kabupaten Dompu H. Rifaid, memberikan sambutan sekaligus membuka ToT puluhan anggota IGI di Aula Kantor Kemenag, Jumat (17/11/23) pagi. (tim/lakeynews)
Puluhan anggota IGI Kabupaten Dompu mengikuti ToT “Merancang Pembelajaran Implementasi Kurikulum Merdeka”. (tim/lakeynews)

DOMPU – Puluhan anggota Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Dompu dilatih untuk menjadi pelatih atau Training of Trainer (ToT).

Kegiatan untuk mencetak pelatih-pelatih bagi para guru itu berlangsung di Aula Kantor Kemenag Dompu selama dua hari, Jumat-Sabtu (17-18/11/23). Dan, dibuka Kadis Dikpora Dompu H. Rifaid, pagi tadi.

Dihadirkan sebagai pemateri dalam kegiatan itu, Bakhtiar Ardiansyah dari BPMP Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pria yang juga Dewan Kehormatan IGI NTB ini mengulas Refleksi Pembelajaran Kurikulum Merdeka.

Pemateri lainnya, Suherman, Ihsan dan Khairul Amar. Suherman menguraikan Pemahaman Capaian Pembelajaran (CP) dan Merancang Modul P5. Ihsan membedah Penyusunan TP dan ATP, serta Merancang Modul Ajar. Dan, Khairul Amar mengupas Asesmen Pembelajaran.

Disamping itu, semua pemateri terlibat dalam; Praktik Penyusunan Modul Ajar, Praktik Penyusunan Modul P5, dan Praktik Penyusunan Asesmen.

Hadir pula dalam acara pembukaan, Dewan Pembina IGI Dompu H. Bambang Hermanto dan Dewan Kehormatan H. Hasan Saruji, serta jajaran pengurus lainnya.

Acara pembukaan diakhiri dengan sesi foto bersama pemateri, peserta, pengurus IGI Dompu dan panitia ToT.

Pose bersama pemateri, peserta, pengurus IGI Dompu dan panitia ToT, usai acara pembukaan. (tim/lakeynews)

Menurut Ketua Daerah IGI Dompu Ida Faridah, ToT itu diselenggarakan untuk menyambut Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-14 IGI. Kegiatan yang diikuti guru-guru dari jenjang SD/MI, SMP, SMA, SMK, SLB dan MAN tersebut mengusung tema “Merancang Pembelajaran Implementasi Kurikulum Merdeka”.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemda Dompu yang telah mendukung program dan kegiatan IGI melalui Dana Hibah 2023,” kata Ida dalam sambutannya.

IGI melaksanakan ToT itu dengan maksud meningkatkan kompetensi guru dan melatih guru-guru menjadi pelatih guru lain di sekolahnya. “Terutama dalam Merancang Pembelajaran Implementasi Kurikulum Merdeka,” jelasnya.

Diharapkan, dari ToT ini akan menghasilkan Produk Modul Ajar yang akan di-upload di Platform Merdeka Mengajar (PMM).

Sebagai tindak lanjutnya, lanjut Ida, modul ajar yang dihasilkan dari kegiatan ini akan dipilih 10 terbaik. “10 terbaik itu akan diberikan penghargaan berupa Anugerah Trainer IGI pada peringatan HGN, 25 November 2023,” tuturnya menggambarkan.

Pada sisi lain, Ida menegaskan, IGI terus bergerak. Memberikan kontribusi kebermanfaatan bagi pendidikan, terutama dalam meningkatkan kompetensi guru.

Ketua Daerah IGI Kabupaten Dompu Ida Faridah, memberikan sambutan. (tim/lakeynews)

Sementara itu, Kadis Dikpora H. Rifaid ketika memberikan sambutan sebelum membuka kegiatan mengatakan, apapun nama kurikulumnya, muaranya satu. Yaitu peningkatan kwalitas mutu pendidikan.

Menurut dia, pembelajaran akan optimal pada saat anak sudah siap menerima pelajaran, dan saat guru-guru bisa menjawab kebutuhan anak-anak didik.

“Guru hadir di kelas bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Tapi benar-benar untuk mencetak dan membentuk generasi masa depan,” tandas Rifaid.

Ditegaskan juga, guru akan berharga jika punya nilai. Nilai dimaksud; ilmu pengetahuan, keterampilan, dan karakter.

“IGI kita harapkan menjadi ujung tombak dalam menciptakan nilai-nilai tersebut,” imbuh Rifaid.

Masyarakat, tambahnya, sudah sangat ingin pendidikan yang berkwalitas. “Kita harus menjadi guru yang hebat, guru yang bermutu dan guru yang bernilai,” pintanya.

Rifaid juga merespons keinginan IGI Dompu untuk hadir di sekolah-sekolah, memberikan pendampingan dan pengimbasan pada para guru.

“Kita apresiasi karena itu bagian dari upaya meningkatkan kwalitas mutu pendidikan. Silakan. Itu baik dan bagus. Asalkan tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM),” sarannya. (tim)