Puluhan perwakilan Poktan Bidang Hortikultura dan pengurus KWT se-Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, antusias mengikuti Bimtek Genta Organik. (ist/lakeynews)

Membuat Pupuk Organik Cair

SALAH satu materi yang antusias diikuti Puluhan perwakilan Kelompok Tani (Poktan) Bidang Hortikultura dan pengurus Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, saat Bimbingan Teknis (Bimtek) Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) adalah pembuatan Pupuk Organik Cair (POC).

Materi ini disampaikan Rini Kusumawati dari Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan (Bapeltanbun) Provinsi NTB. Lembaga yang menyelenggarakan kegiatan bekerja sama dengan Distanbun Kabupaten Dompu melalui Bidang (Prasarana, Sarana Pertanian dan Penyuluhan (PSPP).

Baca juga:

Berikut beberapa hal terkait Pupuk Organik Cair (POC);

  • Pupuk organik cair adalah pupuk yang tersedia dalam bentuk cair. POC dapat diartikan sebagai pupuk yang dibuat secara alami melalui proses fermentasi, sehingga menghasilkan larutan hasil pembusukan dari sisa tanaman, maupun kotoran hewan atau manusia. Bagi sebagian orang, POC lebih baik digunakan karena terhindar dari bahan-bahan kimia/sintetis serta dampak yang baik bagi kesehatan.
  • POC terdiri dari mikroorganisme yang berperan penting dalam membantu pertumbuhan tanaman.

Manfaat Pupuk Organik Cair;

  • Dapat menyehatkan lingkungan, mengurangi sampah, dan meminimalisir ketergantungan pada pupuk anorganik.
  • Dapat memperbaiki struktur tanah, menambah permeabilitas tanah, dan menyimpan kandungan air yang tinggi.
  • Dapat menekan biaya produksi dan menghemat penggunaan pupuk.
  • Dapat meningkatkan kualitas produk tanaman, hasil panen, dan harga di pasaran.
  • Dapat digunakan sebagai sumber pakan bagi mikroorganisme tanah yang bermanfaat.

Kelebihan dan Kekurangan Pupuk Organik Cair (POC)

Kelebihan;

  • Dapat menyehatkan lingkungan
  • Dapat memperbaiki struktur tanah
  • Dapat menekan biaya produksi
  • Dapat meningkatkan kualitas produk tanaman, dan
  • Dapat menyimpan kandungan air yang tinggi.

Kekurangannya;

  • Mikroorganimes di dalamnya mudah sekali berkurang dan bahkan mati.
  • Daya hidup mikroorganisme yang dikandung sangat rendah.
  • POC seringkali menghasilkan gas dan bau tidak sedap (busuk).
  • Nutrisi yang terkandung sangat rendah, umumnya nutrisi yang ada berupa tambahan seperti Urea dan NPK.
  • Memiliki tingkat kontaminasi sangat tinggi.

Cara Penggunaan dan Waktu yang Tepat;

  • Aduk terlebih dahulu Pupuk Organik Cair (POC) sebelum diaplikasikan.
  • Waktu pengaplikasian Pupuk Organik Cair (POC) yang baik adalah pagi hari pada pukul 06.00-09.00 dan sore hari pada pukul 16.00-18.00.
  • Jangan melakukan penyemprotan pada saat hujan atau pada saat matahari panas terik.
  • Jika turun hujan 1 jam setelah pengaplikasian maka tidak perlu melakukan pengaplikasian ulang.

Salah satu contoh Pupuk Organik Cair (POC) yang sederhana dan mudah dibuat adalah Compost Tea (Teh Kompos).

Teh Kompos merupakan pupuk yang seimbang dan penuh nutrisi yang bisa dibuat dengan merendam kompos di dalam air. POC ini bisa digunakan pada tanaman bunga, tanaman hias, sayuran dan berbagai tanaman lain untuk meningkatkan pertumbuhan, bunga dan hasil panen.

POC dibuat dari kompos lama yang sudah tidak mengandung pathogen berbahaya, dan menggunakan pompa aerator untuk mengalirkan udara ketika kompos direndam.

Dengan cara ini, mikroorganisme menguntungkan yang ada di tanah akan tumbuh berkembang di dalam teh, dan inilah yang membuat tanaman menjadi sehat.

Manfaat Teh Kompos

  1. Meningkatkan kesehatan tanaman. Teh Kompos mengandung milyaran mikroba menguntungkan yang dapat menekan berkembangnya mikroba mokroba jahat yang menjadi penyakit tanaman.
  2. Memberikan larutan nutrisi instant yang dapat segera diserap oleh tanaman. Pemberian teh kompos adalah dalam bentuk pupuk foliar (penyemprotan ke dahan dan daun, dengan sasaran stomata). Dengan cara ini teh kompos menyediakan nutrisi “cepat saji” yang dapat langsung diambil oleh tanaman. Penyemprotan teh kompos lebih baik dilakukan dengan cara semprot halus (kabut) dari pada kocor (drench), pada saat stomata tanaman terbuka (pagi hari dan sore hari).
  3. Memperbaiki struktur tanah. Microorganisme baik yang jatuh ketanah, akan melakukan rekolonisasi (berkumpul lagi) dan menjadikan tanah itu “hidup” karena dihuni oleh milyaran mikroba yang terdiri atas : bacteri, cendawan (fungi), actinomycetes dan lain lain.

Compost Tea

Bahan-bahan;

  • Compost padat sekitar ± 1 Kg
  • Air 70 liter
  • Molase 70 ml
  • Azola/daun turi/daun kelor/daun gamal/daun lamtoro (untuk menambah kandungan N).

Alat-alat;
Ember besar, Aerator, Kain penyaring, dan Kayu pengaduk.

Cara Membuat;

  • Isi ember dengan air.
  • Masukkan molase.
  • Haluskan azola lalu disaring, kemudian masukkan ke dalam ember.
  • Siapkan kompos padat lalu bungkus dengan kain dan masukkan ke dalam ember dengan cara dicelup seperti pembuatan teh celup.
  • Aduk rata.
  • Nyalakan aerator minimal 18 jam sampai 24 jam maksimal 30 jam.
  • Setelah itu teh kompos sudah siap digunakan (dicairkan).

Cara Aplikasi;

  1. Dengan cara disemprotkan ke daun dan dahan tanaman. Perbandingan compost tea : air = 1 : 10.
  2. Dengan cara dikocor ke tanah. Perbandingan compost tea : air = 1 : 1 s/d 4. (tim)