Sekda Kabupaten Dompu Gatot Gunawan P. Putra didampingi Kadistanbun Muhammad Syahroni dan Kabid PSPP Edi Chaidir, ketika menemui Direktur Pupuk Kementan RI, beberapa waktu lalu. (ist/lakeynews)

DOMPU – Upaya serius dan keras Pemda Dompu dalam memenuhi harapan serta meminimalisir persoalan pupuk petani kembali membuahkan hasil.

Pemerintah Pusat (Pempus) akhirnya menambah jatah Pupuk Urea Bersubsidi Kabupaten Dompu sebesar 4.060 ton untuk memenuhi kebutuhan Oktober sampai Desember 2023.

“Alhamdulillah upaya tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Pusat,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu Muhammad Syahroni pada Lakeynews, Senin (16/10/23).

Menurutnya, tambahan alokasi pupuk urea bersubsidi untuk kebutuhan Oktober sampai Desember 2023 sebesar 4.060 ton tersebut, sesuai dengan surat Kadistan Provinsi NTB Nomor: 521.33/sarpras/1660.distanbun/2023, tanggal 12 Oktober 2023.

Sebelumnya, Dae Roni (sapaan Muhammad Syahroni) menjelaskan, Realisasi Penyaluran Pupuk Urea Bersubsidi sampai 30 September 2023 sebesar 91 persen.

“Kondisi tersebut memang sangat beralasan karena di tahun 2023 ini, alokasi yang didapatkan oleh Pemda Dompu hanya sekitar 54 persen dari total kebutuhan berdasarkan RDKK,” tandasnya.

Data Penyaluran Pupuk Bersubsidi Kabupaten Dompu per 30 September 2023. (Sumber: Distanbun Kabupaten Dompu)

Mencermati kondisi tersebut, diakui relatif memprihatinkan. Ini mengingat tahun 2023 masih menyisakan tiga bulan. Sementara kenyataan di lapangan, pertanaman beberapa komoditi masih ada.

Karena itu, berbagai upaya telah dan masih akan terus dilakukan Bupati H. Kader jaelani dan Pemkab Dompu guna meminimalisir permasalahan ketersediaan pupuk subsidi tersebut.

Di antara upaya tersebut, Bupati melayangkan surat resmi kepada Pemerintah Pusat dan Pemprov NTB. Surat itu mengajukan (permohonan) tambahan alokasi kuota pupuk bersubsidi.

Bukan itu saja. Beberapa waktu lalu, Sekda Dompu Gatot Gunawan P. Putra selaku ketua KP3 didampingi Kadistanbun dan Kabid Prasarana, Sarana Pertanian dan Penyuluhan (PSPP) Edi Chaidir menemui langsung Direktur Pupuk Kementan RI. Mereka membahas hal tersebut pada periode Agustus 2023.

Hasilnya, Dae Roni kembali mengungkapkan, upaya tersebut mendapat respon positif dari Pemerintah Pusat. Sehingga, Kabupaten Dompu diberikan tambahan alokasi pupuk urea bersubsidi untuk Oktober-Desember sebesar 4.060 ton.

Penambahan tersebut diyakini sedikit bisa memenuhi kebutuhan pupuk pertanaman untuk periode Pktober sampai Desember tahun ini.

“Sesuai arahan dari pemerintah pusat, tambahan alokasi tersebut harus untuk pemenuhan kebutuhan kelompok tani yang sudah memiliki e-Alokasi atau e-RDKK,” paparnya dengan tegas.

Sehingga, dengan adanya tambahan alokasi  pupuk subsidi ini diharapkan memenuhi sekitar  62 persen dari total kebutuhan petani Dompu, sesuai kebutuhan RDKK yang diajukan.

“Kekurangan akan kebutuhan pupuk urea bersubsidi, diharapkan bisa dipenuhi dari pupuk urea  non subsidi,” tutur Dae Roni. (tim)