
JAKARTA – Pendistribusian pangan murah bagi pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) kini dikeluhkan sejumlah orang tua, karena jumlahnya berkurang dan jadwalnya tak menentu. Padahal sebelumnya tidak pernah bermasalah.
Hal tersebut disoroti Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra Prabowo Soenirman pada wartawan, Rabu (11/10/23).
Prabowo mengaku konstituennya di Dapil DKI Jakarta IV (wilayah Kecamatan Matraman, Pulogadung, dan Kecamatan Cakung) kerap mengeluhkan karut-marutnya penyaluran KJP Pangan saat reses.
“Kadang mereka sudah antre sejak jam 02.00 pagi. Eh pas gilirannya, pangan sudah habis, karena dibatasi 50 orang saja,” ungkap Prabowo.
Berdasarkan keterangan warga, kesemrawutan penyaluran KJP Pangan baru terjadi era Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. “Pada zaman gubernur sebelumnya lancar-lancar aja,” tegas Prabowo.
Prabowo mendorong Pemprov DKI melakukan evaluasi dan perbaikan agar penyaluran KJP Pangan tidak menyusahkan warga, terutama kelompok lanjut usia (lansia).
“Kalau nggak ada perbaikan, mending nggak usah ada KJP Pangan sekalian. Dari pada warga harus antre sejak subuh seperti pengemis,” tandas Prabowo yang juga pembina Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI) itu. (tim/mio grup)
