DARI KIRI: perwakilan Koramil dan Polsek Dompu, Kabag Prokopim Setda Yani Hartono, KCD Dikbud Dompu Muhamad Ihsan, Wakil Bupati Dompu H. Syahrul Parsan, Ustaz Lalu Syarifuddin, Sekdis Perhubungan Suherman, Camat Dompu Ardiansyah, Kepala SMAN 3 Dompu Eva Patriani, dan MC Ida Faridah. (tim/lakeynews.com)

DOMPU – Keluarga besar SMAN 3 Dompu, NTB menggelar kegiatan Spritual Camp di sekolah terkait, dari Sabtu sore hingga Minggu pagi (26-27/8/23).

“Membentuk Generasi Muda Cerdas dalam Perkataan, Perbuatan dan Ikhtiar Menyeimbangkan Ilmu, Iman dan Amal.” Itulah temanya.

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Dompu H. Syahrul Parsan. Hadir Kepala Cabang Dinas Dikbud Dompu Muhamad Ihsan, Camat Dompu Ardiansyah, Kabag Prokopim Setda Dompu Yani Hartono, Plt RSUD Dompu dr. Fitratul Ramadhan, Sp.P, Sekretaris Dinas Perhubungan Suherman, Penceramah Ustaz Lalu Syarifuddin, SQ, serta perwakilan Polsek dan Koramil Dompu.

Tampak pula sejumlah pimpinan dan mantan pimpinan organisasi kemasyarakatan. Antara lain, Ketua Lembaga Adat Masyarakat Donggo (Lamdo) Sejati Kabupaten Dompu Supratman. Mantan Ketua Lamdo Khaidir dan Sanusi H. Rasyid yang juga mantan kepala SMAN 3 Dompu (pembaca doa saat acara).

Hadir juga Kepala SMPN 5 Dompu Kisman dan Kepala SDN 29 Dompu Hj. Fatmah. Sejumlah tokoh masyarakat tokoh pendidikan, selain Sanusi H. Rasyid juga H. Bambang Hermanto (mantan kepala SMAN 2 Dompu dan SMPN 2 Dompu).

Perwakilan Pemerintah Desa O’o Dompu Abdul Muis, sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, orang tua murid, guru, tata usaha, serta siswa SMAN 3 Dompu.

Ratusan undangan dan peserta Spritual Camp SMAN 3 Dompu, Sabtu (26/8/23) malam. (tim/lakeynews.com)

Wakil Bupati Dompu H. Syahrul Parsan

Ketika memberikan arahan sebelum membuka kegiatan tersebut, Wakil Bupati H. Syahrul Parsan, ST, MT, mengingatkan, dalam membangun jiwa siswa-siswi harus diisi dan disiram dengan nilai-nilai rohani.

“Kenakalan remaja marak di Dompu, karena jiwanya kurang diisi dengan kaidah-kaidah dan nilai-nilai keagamaan,” ungkap Wabup sembari mengaku dirinya pernah menjadi guru/dosen dan masih dipanggil Guru Parsan oleh sebagian orang.

Menurutnya, upaya mengisi jiwa siswa harus dimulai dari lingkungan keluarga, terutama dalam rumah tangga. Kemudian di sekolah.

Tidak bisa hanya dilepaskan ke sekolah saja. Begitu pula sekolah, tidak bisa hanya melepas kepada orang tua. “Harus bersinergi. Sekolah dan keluarga harus jalan beriringan,” imbuhnya.

Kalau ini sama-sama dilakukan, Wabup yakin, para peserta akan menjadi anak-anak yang baik, anak-anak yang berakhlakul karimah.

Saling mengingatkan dan saling nasihat menasihati, lanjutnya, juga penting untuk kebaikan. “Jangan mudah tersinggung atau marah. Mohon kesabaran bapak dan ibu guru dalam mendidik anak-anak,” pinta Wabup.

Pada kesempatan itu, Wabup juga mengaku, kehadirannya dalam acara Spritual Camp ini sekaligus merupakan yang pertama kali. “Ini yang pertama saya hadir di sini. Baru diundang. Selama ini saya tidak pernah diundang,” ungkapnya.

Kepala SMAN 3 Dompu Eva Patriani, S.Pd, M.Pd

Sebelumnya, Kepala SMAN 3 Dompu Eva Patriani, S.Pd, M.Pd, menjelaskan, Spritual Camp merupakan ajang untuk bersilaturahmi.

“Sesuai dengan tema kegiatan, ini upaya Membentuk Generasi Muda Cerdas dalam Perkataan, Perbuatan dan Ikhtiar Menyeimbangkan Ilmu, Iman dan Amal,” paparnya.

Terkait pembinaan peserta didik, Eva tegaskan, tidak cukup dibebankan hanya kepada sekolah, tapi harus bersama-sama semua stakeholder. Terutama orang tua murid, tetangga, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan, pemerintah desa dan lainnya.

“Kita semua harus berkolaborasi dalam membentuk karakter anak-anak yang berakhlakul karimah. Kalau karakter anak-anak terbentuk dengan baik, maka yang lain-lainpun Insya Allah akan baik pula,” tandasnya.

Para undangan dan peserta Spritual Camp SMAN 3 Dompu, Sabtu (26/8/23) malam. (ist/lakeynews.com)

Ketua Komite SMAN 3 Dompu Drs. Masran M. Yasin

Sedangkan Ketua Komite SMAN 3 Dompu Drs. Masran M. Yasin, berharap kedepan sekolah tersebut dapat lebih bersaing dengan sekolah-sekolah lain.

“Meskipun berada di ujung timur Kabupaten Dompu, kita harapkan suatu waktu SMAN 3 Dompu menjadi sekolah teladan,” ujarnya.

Dianjuga berharap, kedepan kegiatan Spritual Camp dapat digairahkan lagi dalam menumbuhkan keimanan dan ketakwaan siswa. “Karakter siswa-siswi kita menjadi lebih baik lagi,” sarannya.

Kepala Cabang Dinas Dikbud Dompu Muhamad Ihsan, S.Pd

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Dikbud Dompu Muhamad Ihsan, S.Pd, menjelaskan kegiatan Spritual Camp ini diluncurkan Gubernur, Wakil Gubernur dan Kadis Dikbud NTB pada 2021 lalu.

“Anak-anak SMAN 3 Dompu ini tidak kalah dengan anak-anak sekolah lain. Kita harapkan anak-anak kita makin sukses,” kata mantan Kepala SMAN 1 Dompu ini.

Kepada warga beberapa desa yang ada di Dompu timur, khususnya para orang tua murid, agar tidak jauh-jauh menyekolahkan anak-anaknya.

“Sekolahkan saja anak-anak kita di SMAN 3 Dompu ini. Sekolah ini tidak kalah dari sekolah lain. Apalagi situasinya ini makin kondusif dan bagus,” imbuh Ihsan.

Ustaz Lalu Syarifuddin, SQ

Sedangkan Ustaz Lalu Syarifuddin, SQ, saat memberikan siraman rohani pada Sabtu malam itu mengatakan Spritual Camp merupakan pengecasan iman.

“Kalau baterai HP lemah harus dicas. Apalagi dengan iman. Kalau iman kita lemah, ya, harus dicas iman tersebut seperti kegiatan malam ini,” tuturnya.

Kegiatan semacam ini, lanjutnya, momen untuk merenungi kembali kesalahan yang pernah dilakukan.

Pada kesempatan itu, dia mengingatkan kepada semua pihak, khususnya para orang tua agar lebih serius lagi dalam mengontrol anak-anak di rumah. Detelah pulang hingga saat berangkat lagi ke sekolah.

Pengamatan Lakeynews.com, sejak sekira pukul 16.30 Wita, peserta Spritual Camp mulai berdatangan ke sekolah. Mereka langsung melakukan registrasi.

Sebelum seremonial pembukaan dilakukan, terlebih dulu mereka menikmati santap sore bersama. Dilanjutkan Salat Magrib, Doa dan Dzikir, serta Salat Isya berjamaah.

Sempat juga diberikan kesehatan pada sejumlah siswa untuk tampil. Mereka unjuk kebolehan dalam membaca Alquran dan saritilawahnya. Kemudian puitisasi Islam, Salawat Jibril, dan Tadarusan (ngaji bersama).

Setelah istirahat, pada Minggu dini hari, sekitar seperempat malam dipimpin Ustaz H.L. Syarifuddin dan didampingi bapak/ibu gurunya, peserta Spritual Camp melaksanakan Salat Tahajud berjamaah.

Dilanjutkan Doa dan Dzikir bersama, Ceramah Agama oleh Ustaz Syarifuddin, Salat Subuh berjamaah disertai Doa, dan Dzikir bersama.

Menjelang kegiatan ditutup dan bubar, dilakukan Senam Pagi dan sarapan pagi bersama, serta bersih-bersih lingkungan sekolah. (ayi)